Komisi IX Dorong Kota Malang Jadi Percontohan Penanggulangan Stunting

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 01 Oct 2018 13:37 WIB
berita dpr
Komisi IX Dorong Kota Malang Jadi Percontohan Penanggulangan Stunting
Ilustrasi: Penderita gizi buruk (Foto:Antara/Eric Ireng)

Jakarta: Kasus terbanyak stunting di Indonesia terjadi di Kota Malang. Berdasarkan data Maret 2018, 4.007 anak balita di bawah usia lima tahun mengalami stunting.

“Karena tingginya kasus stunting yang ditemukan di Kota Malang dan sekitarnya, maka Malang bisa dijadikan pilot project pencegahan dan penanggulangan stunting,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam, dilansir dpr.go.id, Senin 1 Oktober 2018.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Ali Mahir mengatakan, penanganan kasus stunting di Malang cukup baik. Jumlah bayi mengidap stunting pada September 2018 berjumlah 6 persen, turun 2 persen jika dibandingkan Maret 2018, sebanyak 8 persen.

“Ini rentang perubahannya sangat signifikan. Bila valid dan terus dipertahankan, Kota Malang akan menjadi pilot project yang baik," kata Ali.

Politikus NasDem itu mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Malang berhasil menanggulangi stunting. Penanggulangan dilakukan melalui program-program yang tepat sosialisasi gizi dan menciptakan kader-kader Posyandu yang kredibel.

“Tinggal bagaimana dinas-dinas terkait lainnya membantu penanggulangan ini jadi lebih efektif lagi. Sanitasi diperbaiki, pendidikan kesehatan terhadap gizi buruk juga terus disosialisasikan, pola dan karakter hidup sehat juga dikembangkan," kata legislator dapil Jawa Tengah itu.

Selain itu, Ali juga mengingatkan penting bagi pemerintah untuk terus menjaga stabilitas penanganan stunting. Sebab, generasi saat ini harus tetap dijaga agar dapat mewujudkan visi Indonesia 2045.

"Merekalah yang akan produktif mengawal majunya Indonesia 2045," uajr dia. 


(ROS)