100% Siswa SMA/MA di Jatim Mengikuti UNBK

Antara    •    Senin, 09 Apr 2018 11:14 WIB
ujian nasional
100% Siswa SMA/MA di Jatim Mengikuti UNBK
Sejumlah siswa mengikuti ujian nasonal berbasis komputer (UNBK) di SMA Negeri 2 Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (9/4). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Surabaya: Sebanyak 272.339 siswa dari 3.121 lembaga SMA/MA di Jawa Timur mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah itu, Senin, 9 Aprik 2018.

"Di Jatim tercatat ada 172.102 siswa SMA dan 100.237 siswa MA yang mengikuti UNBK dari 1.491 SMA dan 1.630 MA," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman saat memantau pelaksanaan UNBK hari pertama di Surabaya.

Saiful mengatakan di Jatim tahun ini sudah 100 persen melaksanan UNBK. Pihaknya optimistis pelaksanaan UNBK SMA berjalan dengan lancar. Pasalnya, SMA sudah melaksanakan ujian sekolah berbasis komputer.

"Secara otomatis mereka tinggal menyiapkan dalam waktu yang dekat. Mereka sudah biasa. Mulai kemarin sore singkronisasi sudah beres termasuk yang pulau," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran UNBK, Dindik Jatim juga telah bekerja sama dengan PLN. Selain itu, Cabang Dinas di daerah sudah berkoordinasi dengan PLN. Kerja sama itu untuk mengantisipasi adanya listrik mati.

Saiful berharap, baik siswa maupun orang tua punya komitmen untuk melaksanakan UNBK dengan serius walau tidak lagi menjadi syarat kelulusan.

"UNBK justru integritasnya semakin tinggi. Saat orang menjawab lewat media sosial mungkin bisa saja tapi pusat terprogram dan dikontrol langsung oleh pusat. Itu diprotek dan kami langsung buka. Itu bagaimana bisa bocor," tutur Saiful.

Saiful mengemukakan, UNBK prosesnya tidak seperti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) yang ada cetak, distribusi dan penyimpanan. Selain itu, antara satu komputer dengan komputer lain soalnya tidak sama.

Tahun ini, setiap ruangan ditulisi diawasai "CCTV". Otomatis pengawas dan proktor di luar. Hal ini untuk mendidik membiasakan membuat jujur.

"Lama lama tanpa mesin akan bekerja dengan baik. Kontrol diharap mereka mengerjakan serius. Tidak ada istilah meremehkan. Saat mengerjakan, salah jika ada waktu masih bisa diperbaiki," ujarnya.



(ALB)