Gubernur: Jatim Belum Perlu Status Siaga Darurat Bencana

Amaluddin    •    Selasa, 11 Oct 2016 19:46 WIB
banjir
Gubernur: Jatim Belum Perlu Status Siaga Darurat Bencana
Petugas dan warga membongkar bangunan rumah yang rusak terdampak longsor di Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (11/10). (ant/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menerima surat pengajuan status siaga darurat bencana dari 27 pemerintah kabupaten kota. Namun, dia enggan mengabulkan permohonan itu.

"Bencana alam seperti banjir, longsor di daerah masih belum parah, sifatnya masih sporadis. Jadi Jatim belum siaga darurat bencana," kata Pakde Karwo, demikian ia disapa, di Surabaya, Selasa (11/10/2016).

Baca: Banjir Sidoarjo, Legislator dan Pemkab Kompak Tuding Curah Hujan

Menurut Pakde Karwo, bencana yang terjadi di beberapa daerah di Jatim masih bisa diatasi dengan cepat. Misalnya banjir di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Jombang, Kabupaten dan Kota Pasuruan. (Baca: Banjir Rendam 7 Kecamatan di Pasuruan)

"Daerah terparah yang terkena bencana saat ini hanya Sampang. Tapi sebenarnya masih bisa diatasi dengan baik oleh BPBD Sampang yang dibantu BPBD Jatim," katanya. 

Baca: 27 Daerah di Jatim Ajukan Status Siaga Darurat Bencana

Sehingga, lanjut Pakde, pihaknya belum perlu menyatakan status siaga darurat bencana di Jatim. Sebab, status siaga darurat bencana bisa dikeluarkan jika bencana yang terjadi di daerah-daerah parah. 

Saat ini, kata Pakde, BPBD Jatim terus memantau kondisi daerah-daerah rawan bencana. Misal bencana banjir dan longsor di Trenggalek, banjir di Bojonegoro, Pasuruan, Sidoarjo, Sampang, Jombang, Mojokerto, dan lainnya.

Baca: Sampang masih Terendam Banjir

"Pemerintah saat ini juga telah bekerja sama dengan Perhutani untuk mendata dan meneliti potensi longsor yang ada di perbukitan di seluruh Jatim," pungkasnya.


(SAN)