Perahu Terbalik di Gresik

Semangat Anak Korban: Bismillah, Insyaallah Saya Kuat

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 16 Apr 2017 12:00 WIB
tenggelam
Semangat Anak Korban: Bismillah, Insyaallah Saya Kuat
Elsa memangku adiknya di depan rumah di Sidoarjo. Keduanya kini kehilangan orang tua yang meninggal dalam kecelakaan maut perahu penyeberangan di Gresik, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Elsabila bersedih karena orang tuanya meninggal dalam peristiwa perahu terbalik di Gresik, Jawa Timur, sepekan lalu. Ia pun harus menghadapi Ujian Nasional SD seorang diri tanpa kehadiran orang tua.

Elsa, demikian ia biasa disapa, tak bisa membendung kesedihannya. Usai menyaksikan pemakaman kedua orang tua di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Elsa kembali ke rumah bersama adiknya yang masih berusia 3 tahun, M Ilham.

Kamis pagi 13 April 2017, Elsa berpamitan dengan orang tuanya, Nur Kholis dan Khoirun Nisa, untuk berangkat ke sekolah. Ia mencium tangan ayah ibunya.

"Saya berpamitan seperti biasa. Cium tangan ayah dan ibu,"kata Elsa yang masih berusia 11 tahun itu saat ditemui Metrotvnews.com, Jumat 14 April 2017.


(Suasana pemakaman sepasang suami istri yang jadi korban perahu terbalik di Gresik, MTVN - Hadi)

Baca: Dua Bocah Kehilangan Orang Tua yang Jadi Korban Perahu Terbalik 

Tak sedikitpun keanehan maupun firasat di benak Elsa pagi itu. Elsa tetap berangkat ke sekolah, SDN 2 Suwaluh, Balongbendo, dengan riang hati. Ia pun belajar dan bermain bersama teman-temannya.

Sekira pukul 11.00 WIB, guru memanggil Elsa. Guru meminta Elsa pulang. Elsa bingung namun ia tetap menuruti permintaan guru.

"Saya hanya disuruh pulang sama guru dengan perasaan yang macam-macam," cerita Elsa. 

Setibanya di rumah, Elsa berdiam diri. Ia menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Elsa semakin bimbang mendengar kabar sebuah perahu penyeberangan terbalik di Kali Surabaya. Pasalnya, orang tuanya sehari-hari menggunakan perahu penyeberangan itu dari rumah menuju tempat kerja mereka di Gresik.

Hingga malam, orang tua tak kunjung pulang. Elsa menangis.

"Sampai-sampai tertidur di teras rumah, ditemani sama nenek," katanya.


(Seorang kerabat memeluk Elsa yang kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan perahu penyeberangan di Gresik, MTVN - Hadi)

Lalu pada Jumat pagi, ia mendapat informasi orang tuanya ditemukan. Elsa lega. Namun kelegaannya hanya sesaat.

"Saya pikir, ditemukan dalam keadaan hidup, ternyata ayah dan ibu sudah meninggal," ungkapnya lemas. 

Meski sedih, Elsa berusaha pasrah. Elsa pun mengumpulkan sisa-sisa semangatnya untuk mengikuti Ujian Nasional tingkat SD.

Ia juga harus kuat. Sebab, adiknya yang masih balita membutuhkan dirinya.

"Bismillah, Insyaallah saya kuat," ucap Elsa dengan air mata yang menetes ke pipinya.

Elsa mengaku memiliki impian menjadi guru. Lantaran itu, ia rajin belajar. Sang ibu, semasa hidupnya, juga kerap mengajari Elsa agar cita-citanya tercapai.

Nur Kholis dan Khoirun Nisa merupakan dua dari beberapa penumpang yang tewas dalam kejadian perahu penyeberangan terbalik di Gresik pada Kamis pagi 13 April 2017. Perahu mengangkut belasan penumpang dan beberapa sepeda motor. 

Di tengah sungai, perahu terbalik. Penumpang dan sepeda motor berhamburan ke sungai dengan kedalaman tujuh meter tersebut.

Lihat video:
 


(RRN)