Kreasi Sandal Jepit IRT di Sidoarjo Hasilkan Jutaan Rupiah

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 08 Nov 2018 20:51 WIB
ekonomi kreatif
Kreasi Sandal Jepit IRT di Sidoarjo Hasilkan Jutaan Rupiah
Seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo bernama Tin Harnanik, 44, melakukan modifikasi terhadap sandal jepit, Kamis, 8 November 2018. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Sidoarjo: Seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo bernama Tin Harnanik, 44, memanfaatkan kemampuannya untuk melakukan modifikasi sandal jepit. Dari usaha tersebut, Tin bisa mendapat omzet hingga puluhan juta rupiah perbulan. 

Tin mulai menjalankan bisnisnya menjual sandal jepit sejak empat tahun silam. Seorang ibu tiga anak ini awalnya hanya coba-coba lantaran saat itu sedang hits sandal dengan tema tokoh kartun.

"Iseng-iseng coba bikin modifikasi sandal biasa menjadi sandal kartun. Karena waktu itu sedang trend nya kartun, ternyata lama kelamaan permintaan semakin meningkat," ujar Tin saat ditemui di rumahnya, Perumahan Citra Fajar Golf, Desa Gebang Kecamatan Kota Sidoarjo, Kamis, 8 November 2018.

Umumnya, sandal japit hanya digunakan sebagian besar orang dalam keadaan santai atau saat berada di rumah. Namun, dengan berbagai modifikasi tersebut, sandal jepit ini mampu menarik perhatian berbagai kalangan hingga pesanan pun terus mengalir. Bahkan, sandal jepit ini bisa dibuat untuk bepergian. 

"Kalau dipasaran, biasa dijual seharga Rp5 sampai Rp15 ribu per pasang, kami menjual kisaran Rp25 sampai Rp45 ribu per pasang," jelas Tan. 

Ada berbagai modifikasi, di antaranya, sandal japit kartun Jepang, batik hingga ornamen bunga. Cara pembuatannya pun sangat sederhana. Ia hanya membutuhkan perlengkapan bahan baku seperti kain katun, kain batik dan kain berhias ornamen Bunga. 

"Kain katun yang sudah dipotong, tinggal di lem diatas permukaan sesuai ukuran sandal. Ada juga yang dimodifikasi dengan berbagai pita buatan, dan hiasan bunga," jelas Tan.

Tan mengakui, menjual sandal japit yang telah dimodifikasi tidak serta merta menarik perhatian semua pelanggannya. Namun, konsistensi dan upayanya untuk terus memodifikasi sandal dengan berbagai macam, membuat produknya kian meningkat. Bahkan, penghasilannya pun saat ini sudah mencapai Rp10 juta perbulan. 

"Memang tidak langsung mendapat pelanggan banyak. Saya harus memasarkan dulu ke pedagang kaki lima, ke pasar-pasar, dan toko kelontong. Dan Alhamdulillah saat ini sudah bisa dijual melalui online," beber Tan.

Tak hanya Sidoarjo, produksi rumahan ini juga membawa respon positif di luar daerah. Seperti Palembang, Bau-Bau, Medan, Lamongan dan beberapa daerah lain. Bahkan, permintaan sandal japit ini juga datang dari galeri seni di Bali. 

"Pernah juga ada permintaan dari seorang konsumen asal Jerman yang meminta 12 pasang sandal," tandas Tan.


(DEN)