Pemkab Sumenep Diminta Keluarkan Status Darurat Bencana

Amaluddin    •    Senin, 15 Oct 2018 17:32 WIB
Gempa Situbondo
Pemkab Sumenep Diminta Keluarkan Status Darurat Bencana
Sebagian rumah warga di Sapudi yang rusak diguncang gempa. Medcom.id/Rahmatullah

Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, segera mengeluarkan pernyataan status darurat bencana. Langkah ini penting agar Pemkab Sumenep bisa memobilisasi semua sumber daya yang dimiliki untuk penanganan bencana.

"Dengan status darurat bencana itu, pemerintah daerah (Pemda) lainnya di Jatim bisa dengan mudah membantu Sumenep dalam memberikan bantuan untuk menangani bencana," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, dikonfirmasi, Senin, 15 Oktober 2018.

Aries mengatakan, sesuai aturan bahwa pemda yang dilanda bencana wajib mengeluarkan status darurat bencana jika ingin mendapat bantuan penuh dari Pemprov termasuk dari berbagai daerah di Jatim. Dengan adanya status tersebut, maka semua sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk menangani bencana bisa dikeluarkan untuk disalurkan ke daerah yang dilanda bencana. Sumber daya itu bisa berbentuk sumber daya manusia, peralatan, logistik hingga anggaran. 

"Ini penting, kalau tidak ada surat status darurat bencana, maka proses administrasinya tidak bisa dilakukan, tidak bisa keluarkan," kata Aries.

Aries mencontohkan, daerah-daerah di Jatim tidak bisa menyalurkan bantuan ke Sumenep selama pemerintah setempat tidak mengeluarkan status darurat bencana. Sebab, itu artinya pemerintah setempat masih mampu mengatasi sendiri tanpa ada bantuan dari daerah0-daerah lainnya. "Jadi, status darurat bencana itu syarat administrasi, bukti bahwa daerah setempat benar-benar butuh bantuan," ujarnya.

Ada dua kecamatan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengalami kerusakan rumah paling parah akibat gempa. Dari dua kecamatan itu, terdapat 210 rumah rusak berat di Kecamatan Gayam, rinciannya tercatat ada 30 rumah rusak berat, 80 rumah rusak sedang, dan 100 rumah rusak ringan. Selain itu, di Kecamatan Nunggunung terdapat 36 rumah rusak berat.

Saat ini, warga setempat masih mengungsi di posko pengungsian. Mereka terpaksa tidur di luar rumah dan tenda-tenda darurat. Selain karena khawatir terjadi gempa susulan, rumah warga umumnya juga rusak dan tidak bisa ditempati.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak parah bahkan roboh. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura.



(ALB)