Gubernur Jatim Minta Warga tak Menimbulkan Kepanikan

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 06 Jul 2018 16:53 WIB
Bom di Pasuruan
Gubernur Jatim Minta Warga tak Menimbulkan Kepanikan
Polisi mensterilkan lokasi ledakan bom di Bangil, Pasuruan, Kamis 5 Juli 2018, Medcom.id - Hadi

Surabaya: Masyarakat diminta tetap panik dan tenang setelah ledakan terjadi secara tidak sengaja di Pasuruan, Jawa Timur. Saat ini, polisi dibantu TNI tengah mengejar Abdullah, pelaku pemilik bom yang meledak di Pasuruan pada Kamis, 5 Juni 2018.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan polisi tengah menangani masalah tersebut. Sehingga warga tak perlu resah dan menimbulkan kepanikan. Bila menemukan hal mencurigakan, Soekarwo meminta warga melapor ke pihak berwenang. 

"Saya minta kepada seluruh masyarakat Jatim apa saja yang bersifat baru, perilaku baru, tetangga baru yang aneh-aneh dan pakaian aneh apa saja, tolong segera melapor dilapor ke RT/RW dan terakhir ketiga pilar," ujar Soekarwo setelah menjenguk bocah korban ledakan.

Soekarwo berharap masyarakat ikut serta membantu aparat untuk menghentaskan teroris. Sebab, dengan kerja bersama dan dukungan, semua lapisan tentu akan lebih mudah dalam mencegah terorisme.

"Terutama masyarakat agar mendeteksi dini di lingkungan sekitar. Sekali lagi ini pekerjaan besar kita, mari kita kemas yang bagus, dan masyarakat harus ikut serta mendukung dan berperan aktif bekerjasama dengan aparat," ujarnya.

Kamis, 5 Juli 2018, siang, warga gempar dengan ledakan yang berasal dari rumah Abdullah. Ledakan itu mengakibatkan anak laki-laki Abdullah, yang masih berusia tiga tahun, terluka.

Bukan hanya sekali, ledakan terdengar hingga empat kali. Abdullah kabur setelah kejadian menuju Stasiun Bangil. Sedangkan putranya dibawa warga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Hingga berita ini dimuat, polisi masih memburu Abdullah. Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Abdullah pernah menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta sebagai narapidana kasus terorisme.

Polisi, lanjut Machfud, menemukan satu bom aktif di rumah Abdullah. Sedangkan ledakan yang melukai anak dari Abdullah terjadi tanpa sengaja.

"Sepertinya bom itu sempat dibuat mainan (dikira mainan), dan akhirnya meledak," ungkap Machfud.


(RRN)