Penumpang asal Singapura Diperiksa di Bandara Juanda

Amaluddin, Syaikhul Hadi    •    Selasa, 06 Sep 2016 12:30 WIB
virus zika
Penumpang asal Singapura Diperiksa di Bandara Juanda
Landasan pacu di Bandara Juanda Sidoarjo, MTVN - Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya di Bandara Internasional Juanda Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memperketat pemeriksaan penumpang yang datang dari Singapura. Selain mengoperasikan thermoscanner, petugas juga mengoptimalkan pemeriksaan suhu tubuh dengan sinar infra merah untuk mengantisipasi kemunculan virus Zika.

"Rabu besok akan kami lakukan fogging di sekitar Juanda," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya I Nyoman Murtiyasa, Selasa (6/9/2016).

Kemunculan virus Zika menjadi konsentrasi Pemerintah Provinsi Jatim. Pekan lalu, kata Murtiyasa, otoritas bandara memasang dua mesin pemindai suhu tubuh atau thermoscanner dan memberlakukan Health Alert Card.

Otoritas akan kembali memasang tiga thermoscanner di Terminal kedatangan Bandara Internasional Juanda. Namun, otoritas masih menunggu kiriman dari Kementerian Kesehatan. Alat tersebut, kata Murtiyasa, difokuskan untuk penumpang yang datang dari Singapura. 

Pada 29 Agustus, Singapura mengeluarkan peringatan bahaya dengan penularan virus Zika. Hingga 4 September, Kementerian Kesehatan Singapura mengonfirmasi ratusan warga di negara tersebut tertular virus.

Lihat video pemerintah Singapura mengajak warganya peduli untuk mengantisipasi Zika: 



Lantaran itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim Kohar Hari Santoso meminta warga untuk mengantisipasi kemunculan virus tersebut, apalagi Indonesia dan Singapura merupakan negara yang bertetanggaan. Kohar menyarankan warga mengenali gejala dan bahaya virus. 

"Bila ada yang terjangkit, segeralah memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat kalau mendapati gejala seperti yang disebutkan tadi," jelas .

Selain Bandara Juanda, Dinkes juga menyiagakan tim khusus di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab, dua fasilitas umum itu merupakan pintu masuk kedatangan penumpang domestik maupun luar negeri ke Jatim.

Kohar mengatakan tim gerak cepat bertugas mendeteksi kemunculan virus. Tim melibatkan petugas dari kantor kesehatan pelabuhan, Balai Besar laboratorium Kesehatan, dan Balai Besar Teknik Kesehatan.

"Mereka akan bertugas hingga dua pekan ke depan," kata Kohar di Surabaya.

Dinkes menyediakan thermoscanner untuk mendeteksi suhu penumpang yang mendarat di bandara maupun turun di pelabuhan. Bila alat mendeteksi penumpang bersuhu panas, tim akan langsung melakukan tindakan.

Selain demam, Kohar mengatakan gejala orang yang terinfeksi virus zika yaitu bintik merah pada kulit, nyeri sendi, sakit kepala, dan mata merah. Masa laten klinisnya sekitar 4 hingga 7 hari.

Menurut Kohar, gejala itu hampir sama dengan demam berdarah. Namun virus zika berbahaya pada ibu hamil. Bila penyakit tersebut terjadi untuk jangka panjang, virus akan memunculkan kelainan pada bayi.

"Dampaknya pada bayi yang baru lahir bisa mengakibatkan cacat secara fisik. Lebih tepatnya volume otaknya akan lebih kecil dari pada bayi pada umumnya. Efeknya bisa menyebabkan kematian pada bayi tersebut," terangnya.

Kohar mengatakan virus zika disebarkan nyamuk aides aegepty (malaria). Virus menjangkiti warga di sejumlah negara seperti di kawasan Afrika dan Amerika Latin. 

Kohar mengakui Dinkes belum menemukan gejala virus zika pada masyarakat di Jatim. Kohar meminta warga tetap mengantisipasi kemunculan virus dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Sebaiknya bila akan bepergian, ditunda dulu kecuali untuk hal mendesak," pesannya.


(RRN)