Dua Cawalkot Malang Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 22 Mar 2018 14:36 WIB
kasus korupsiKorupsi APBD-P Malang
Dua Cawalkot Malang Diperiksa KPK sebagai Tersangka
Calon Wali Kota Malang 2018 Moch Anton usai menjalani pemeriksaan oleh KPK di Aula Rupatama Polres Malang Kota, Kamis 22 Maret 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Dua Calon Wali Kota Malang 2018 Moch Anton dan Ya'qud Ananda Gudban diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya tersangkut kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Pemeriksaan berlangsung di Aula Rupatama Polres Malang Kota. Kedua calon wali kota ini Polres Malang Kota sekitar pukul 10.00 WIB. Anton datang dengan mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih.

Wali Kota Malang non aktif ini langsung memasuki ruang pemeriksaan tanpa memberikan komentar apa pun kepada awak media. "Nanti saja ya," ucapnya singkat.

Sedangkan Nanda, panggilan akrab Ya'qud Ananda Gudban, datang beberapa saat setelah Anton dengan mengenakan baju dan jilbab berwarna krem. Anggota DPRD Kota Malang nonaktif ini hanya melempar senyum sesaat setelah keluar dari mobilnya.

"Alhamdulillah sehat," saat ditanya kondisinya oleh awak media.

(Baca: Anton Tetap Kampanye Walau Jadi Tersangka KPK)

Anton keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 13.30 WIB. Kepada awak media, calon wali kota petahana ini mengatakan bahwa dia dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka lain.

"Pertanyaan yang diajukan KPK tetap sama seperti dahulu. Seperti pemeriksaan tahun lalu," bebernya sembari berjalan menuju mobil.

Pria yang akrab disapa Abah Anton ini mengaku hanya dimintai beberapa pertanyaan saja oleh penyidik KPK. Saat ditanya tentang penetapannya tersangka, Anton mengaku akan mengikuti prosesnya.

"Sudahlah kita ikuti saja proses hukum yang terjadi. Kita seperti itu. Kita ikuti dulu. Belum tau nanti lah. Belum saya (tersangka). Masih sebagai saksi," tutupnya.

Selain Anton dan Nanda, KPK rencananya bakal memeriksa sebanyak 24 anggota dewan lainnya.

(Baca: KPK Tetapkan Wali Kota Malang sebagai Tersangka Suap)

Mereka adalah RM Een Ambarsari, Teguh Puji Wahyono, Suparno Hadiwibowo, Sulik Lestyowati, Imam Fauzi, Abdul Hakim, Salamet, Mohan Katelu, Sahrawi, Suprapto, HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, Asia Iriani, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Rahayu Sugiarti, Hery Subiantono, Sukarno, Heri Pudji Utami, Syamsul Fajrih, Choirul Amri, Abdul Rachman, dan Afdhal Fauza.

Sebelumnya diberitakan, selain Anton dan Nanda, KPK juga menetapkan 17 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka baru dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015, Rabu 21 Maret 2018.

Belasan anggota dewan tersebut adalah Suprapto, HM Zainudin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Heri Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan Abdul Rachman.


(SUR)