Siswa Ujian di Masjid karena Banjir Rusak Sekolah

fajar wiharjo    •    Senin, 04 Dec 2017 12:09 WIB
siklon tropis cempaka
Siswa Ujian di Masjid karena Banjir Rusak Sekolah
Suasana ujian SMP dilaksanakan di masjid lantaran sekolah mereka di Pacitan rusak akibat banjir, Senin, 4 Desember 2017, Metro TV

Pacitan: Sejumlah fasilitas pendidikan di Pacitan, Jawa Timur, rusak berat setelah banjir menerjang kabupaten tersebut. Para siswa pun menempuh masa ujian akhir sekolah (UAS) semester ganjil tahun ajaran 2017-2018 di masjid dan rumah warga.

Bangunan SMPN 1 Kecamatan Arjosari rusak berat setelah banjir menerjang. Para siswa tak bisa menjalani ujian di sekolah. Mereka pun melaksanakan ujian di Masjid Jami' Bendo dan Masjid Semo.

Beberapa siswa tak mengenakan seragam di hari pertama ujian, Senin, 4 Desember 2017. Mereka hanya membawa alat tulis seadanya.

"Terpaksa kami lakukan ujian di masjid, karena bangunan sekolah rusak berat. Ada kemungkinan kegiatan belajar mengajar juga dilakukan di tempat lain bila sekolah tak segera direnovasi," kata Endang Wulandari, guru SMPN 1 Kecamatan Arjosari.

Bupati Pacitan Indartato meninjau pelaksanaan ujian siswa SMPN 1 Kecamatan Arjosari. Bupati berjanji segera memperbaiki kerusakan tersebut.

"Ini akan menjadi prioritas agar kegiatan pendidikan kembali berjalan normal,' kata Bupati.

Beberapa sekolah lain pun rusak. Di antaranya SMPN 3 Pacitan dan SDN 2 Kecamatan Pringkuku.

Enam Korban Hilang Banjir dan Longsor Pacitan Belum Ditemukan

Sementara itu, tim gabungan masih mencari enam korban yang hilang setelah banjir dan longsor menerjang Pacitan. Data terakhir menyebutkan 25 orang meninggal akibat bencana tersebut.

Baca: Enam Korban Hilang Banjir dan Longsor Pacitan Belum Ditemukan

BPBD juga masih fokus pada penanganan pengungsi. Di antaranya menyediakan dapur umum dan mendistribusikan bantuan. Pengungsi membutuhkan pakaian, selimut, perlengkapan bayi dan perempuan.

Lihat video:


 


(RRN)