Nyono Tersangka, Golkar Jatim: Kami Malu

Amaluddin    •    Minggu, 04 Feb 2018 19:07 WIB
OTT Bupati Jombang
Nyono Tersangka, Golkar Jatim: Kami Malu
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) menunjukkan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Jombang, Jakarta, Minggu (4/2). KPK menetapkan Bupati Jombang, Nyono Suharli dan Pelaksana Tugas Kepala D

Surabaya: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Jombang sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan. Ketua Harian DPD I Golkar Jatim, Freddy Poernomo, meminta maaf kepada publik atas kasus yang menimpa ketuanya.

"Saya terus terang malu. Karena itu, saya minta maaf kepada publik atas penangkapan Pak Nyono," kata Freddy, di sela-sela Rakor Bidang Kepartaian Golkar Jatim, Minggu, 4 Februari 2018.

Freddy kaget atas penangkapan terhadap orang nomor satu Partai Golkar Jatim itu. Ia tak menyangka Nyono bakal menjadi tersangka terkait kasus suap tertangkap tangan oleh KPK tadi malam. 

"Sebagai rekan, saya tetap mensupport Pak Nyono, karena kami masih menghormati azas praduga tak bersalah," katanya.

Baca: Bupati Jombang Jadi Tersangka Kasus Suap

Freddy mengklarifikasi kabar kasus suap Nyono berkaitan dengan partainya. Sebab, menurut dia, Nyono ditangkap KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Jombang. 

"Beliau tertangkap KPK sebagai Bupati Jombang, bukan sebagai ketua partai. Karena itu Golkar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada KPK," ujarnya.

Freddy tak mengelak kasus yang menimpa Ketua Golkar Jatim itu akan berdampak luas terhadap masyarakat. Mengingat akan ada Pilkada Serentak di Jatim pada tahun ini. "Kejadian ini memang akan berdampak pada mayarakat. Apalagi kejadian ini berdekatan dengan pilkada serentak," katanya.

Nyono Suharli ditetapkan sebagai tersangka KPK atas dugaan menerima suap Rp434 juta. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan uang itu ia terima secara bertahap sejak Juni 2017 dari pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyowati.

Suap diduga kuat agar Inna ditetapkan sebagai kepala dinas definitif. "Menetapkan dua tersangka, IS (Inne Silestyowati) sebagai pemberi suap dan NSW (Nyono Suharli Wihandoko) sebagai penerima suap," ungkap Laode dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Februari 2018.




(ALB)