Siswa Pemukul Guru di Sampang Terancam tak Lulus Sekolah

Amaluddin    •    Sabtu, 03 Feb 2018 17:09 WIB
kekerasan
Siswa Pemukul Guru di Sampang Terancam tak Lulus Sekolah
Sianit Sinta menunjukkan foto suaminya, Ahmad Budi Cahyanto, guru SMAN 1 Torjun, Sampang, yang tewas dipukul siswanya, Sabtu 3 Februari 2018, Ant - Saiful Bahri

Surabaya: HI, siswa pelaku penganiayaan berujung maut terhadap gurunya di Sampang, Madura, terancam tidak lulus sekolah. Sebab tindakan itu menggambarkan perilaku buruk di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur, Saiful Rachman, mengatakan HI bisa mengikuti Ujian Nasional. Tapi, ia belum tentu lulus sekolah.

Baca: Tak Perlu Takut Lagi dengan Ujian

"Karena penilaian paling penting adalah perilaku siswa. Bila anaknya pintar, tapi perilakunya buruk, otomatis ia tak akan lulus sekolah," kata Saiful di Surabaya, Sabtu 3 Februari 2018.

Penilaian perilaku, ujar Saiful, ditentukan oleh guru. Guru bertugas dan dekat dengan keseharian para siswa. Sehingga guru lebih paham dengan rekam jejak anak-anak muridnya.

Baca: Guru Budi Mengabdi dengan Gaji Rp400 Ribu per Bulan

Kini, HI berurusan dengan hukum. Pada Kamis 1 Februari 2018, ia memukuli guru di kelas, Budi Cahyanto. Beberapa jam setelah itu, Budi meninggal. Polisi lalu menangkap HI di rumahnya.

Lihat video:



(RRN)