Menpan RB Minta Kepala Daerah Perketat Seleksi Pegawai

Amaluddin    •    Jumat, 06 Oct 2017 18:33 WIB
seleksi cpns
Menpan RB Minta Kepala Daerah Perketat Seleksi Pegawai
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi PANRB (Menpan RB), Asman Abnur, meresmikan Mall Pelayanan Publik di Surabaya. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur, blak-blakan mengungkapkan kondisi aparatur sipil negara (ASN) pada saat ini. Di antaranya terkait perekrutan pegawai atau jabatan yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan dan kompetensi.

"Saya pernah datang ke salah satu daerah di Jatim, Kepala Dinas Pendidikan latarbelakangnya kesehatan. Ternyata dia menjadi kepala dinas karena sebelumnya menjadi tim sukses bupatinya, ini kan gak nyambung," kata Asman, usai meresmikan Mal Pelayanan Publik di Gedung Siola, Surabaya, Jum'at, 6 Oktober 2017.

Namun, Asman belum bisa menyebut berapa jumlah jabatan yang diisi pegawai yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan dan kompetensinya. Menurut dia, untuk bisa memastikannya harus diperlukan penelitian yang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam.

"Karena itu saya minta kepada bupati/wali kota merekrut pegawainya sesuai dengan keahliannya. Jangan sampai merekrut pegawai hanya karena sistem kenal," jelasnya.

Sebab, kata Asman, jika pimpinannya salah dalam merekrut pegawainya, tentu akan berpengaruh terhadap kinerjanya. "Kalau pimpinananya benar dan profesional saat merekrut pegawai, saya yakin daerahnya akan maju, akan berhasil dalam memimpin. Saya juga minta masyarakat untuk ikut mengontrol, jika ada yang tidak benar, laporkan," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran perekrutan pegawai, kata Asman, Pengawasan KemenPAN RB nantinya diintegrasikan dengan pengawasan dari Kementerian Dalam Negeri. Hingga saat ini, kedua kementerian terus melakukan koordinasi. 

Upaya peningkatan pengawasan sistem rekrutmen pejabat ini, dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya aparatur. Sebab, akhir-akhir ini banyak pegawai atau pejabat yang terciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


(ALB)