Alasan Kejati Jatim Tetapkan Dahlan Iskan Tersangka

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 27 Oct 2016 20:21 WIB
dahlan iskan
Alasan Kejati Jatim Tetapkan Dahlan Iskan Tersangka
Dahlan Iskan. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Surabaya: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan penjualan aset tanah PT Panca Wira Usaha (PWU) pada 2002-2004. Dahlan akan ditahan di Rutan Medaeng Surabaya selama 20 hari terhitung hari ini hingga 15 November.

Penetapan tersangka ini, kata Asisten Intelejen Kejati Jatim Edy Birton, berkaitan dengan keterangannya selama menjadi saksi untuk tersangka Wisnu Wardhana.

"Pak DI (Dahlan) mengakui sendiri jika beliau tahu dan mengetahui serta menandatangai penjualan aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung," kata Edy, Kamis malam (27/10/2016).

Setelah diperiksa selama 10 jam, Dahlan keluar dari ruang pemeriksaan di Kejati Jatim mengenakan rompi merah. Mobil tahanan yang sudah menunggu langsung membawa mantan Dirut PLN itu ke Lapas Kelas I Surabaya, di Medaeng, Sidoarjo.

"Saya tidak kaget dengan penetapan tersangka ini. Saya memang diincar terus oleh yang berkuasa," kata Dahlan, sebelum memasuki mobil tahanan sekitar pukul 19.20 WIB.

Dahlan mengaku tak pernah menerima atau mengambil gaji selama menjadi dirut PT PWU. "Saya telah mengabdi kepada negara tanpa pamrih," ujarnya.

"Saya ditahan karena ikut menandatangai berkas penjualan aset yang disodorkan oleh anak buah."

Dahlan adalah direktur PT Panca Wira Usaha (PWU) sejak 2000 hingga 2010. Dua pekan terakhir Dahlan bolak-balik ke Kejati Jatim untuk dimintai keterangan. Tercatat sudah lima kali dia dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, mantan Menteri BUMN ini dua kali menolak panggilan.

Kasus dugaan penyelewengan aset tanah PT PWU ini ditaksir merugikan negara hingga Rp900 miliar. Kasus ini mulai diselidiki Kejati Jatim sekitar April 2015. Sebelum Dahlan, Manager Aset PT PWU Wisnu Wardhana, sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

 


(UWA)