Satu Keluarga Tewas Tertabrak Kereta di Surabaya

Amaluddin    •    Minggu, 21 Oct 2018 18:08 WIB
kecelakaan lalu lintas
Satu Keluarga Tewas Tertabrak Kereta di Surabaya
Kecelakaan maut di perlintasan kereta api di palang pintu manual di Jalan Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 21 Oktober 2018. (Medcom.id/Amal)uddin.

Surabaya: Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api manual di Jalan Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 21 Oktober 2018. Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang yang merupakan satu keluarga tewas di tempat.

"Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Pajero Sport bernopol W 1165 YV dengan KA Sritanjung jurusan Banyuwangi-Jogjakarta," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi.

Barung menjelaskan, kejadian bermula saat mobil Pajero berjalan dari arah barat ke timur mengarah ke Masjid Al Akbar Surabaya. Sampai di lokasi, mobil bermuatan satu keluarga itu langsung melintas di perlintasan kereta dengan palang pintu manual.

"Dugaan sementara korban tidak mengetahui kalau kereta yang mau melintas sudah dekat dengan palang pintu, sehingga terjadi kecelakaan," jelas Barung.

Adapun ketiga korban meninggal dunia tersebut diketahui bernama Gatot Sugeng Priyadi, 54, selaku pengemudi mobil, Indah Widyastuti, 45, penumpang, dan satu penumpang lainnya belum diketahui identitas. Mereka merupakan satu keluarga yang beralamatkan di Jalan Wisma Trosobo Gang 6 nomor 15 Taman Sidoarjo.

"Saat ini ketiga korban meninggal sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk divisum," ungkap Barung.

Sementara berdasarkan saksi mata, Rama, menceritakan bahwa kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Rama mengaku berada persis di belakang mobil yang mengalami kecelakaan tersebut.

"Saya naik motor persis di belakang mobil. Palang pintu sudah nutup separo, sementara mobil itu sudah terlanjur masuk sampai tengah rel," kata Rama.

Meski palang pintu sudah mulai ditutup, lanjut Rama, namun tidak ada peringatan sama sekali dari petugas pintu palang manual perlintasan kereta setempat.

"Tidak ada sirine. Kereta juga tidak memberi tanda dari jauh. Andai kata saya ngikuti mobil itu, mungkin saya juga ketabrak," pungkas Rama.


(DEN)