Sidoarjo Benahi Kawasan Rawan Banjir

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 31 Oct 2018 19:56 WIB
bencana banjir
Sidoarjo Benahi Kawasan Rawan Banjir
Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Sidoarjo bersama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Jasa Marga, Jasa Tirta dan beberapa dinas terkait di Pendopo Sidoarjo. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Peralihan musim kemarau ke musim penghujan di Jawa Timur diprediksi terjadi pada minggu ketiga pada November mendatang. Pemerintah daerah Sidoarjo mulai memeriksa dan membenahi titik rawan banjir seperti di Waru, Taman, Kota, Tanggulangin, Porong dan Jabon.

"Untuk Jawa Timur sendiri, diprediksi masuk pada Minggu ketiga bulan November," ungkap
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Bina Marga, Sigit Setyawan, dalam rapat pengendalian banjir di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu, 31 Oktober 2018.

Memasuki musim penghujan ini, dia mengakui banyak hal yang perlu diperhatikan. Menurutnya, banjir kerap kali datang di saat musim penghujan karena volume air tidak seluruhnya bisa tertampung daerah aliran sungai, drainase dan tanah.

Ada beberapa titik yang masuk dalam area rawan genangan seperti di Bringinbendo, Kecamatan Taman; Tropodo dan Tambaksawah, Kecamatan Waru; Sidokare, Kecamatan Kota; Wunut dan Pesawahan, Kecamatan Porong; Jalan Raya Porong dan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin; dan kawasan Jabon.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya banjir. Seperti tingginya angka perumahan di Sidoarjo yang berpotensi tingginya sampah. Terlebih sampah yang kerap dibuang ke sungai. Misal, dikawasan Taman Sidoarjo," ujar Sigit.

Banyaknya bangunan yang berdiri di sempadan sungai seperti di kawasan Waru, Bungurasih, Tropodo, dan sekitarnya juga jadi penyebab. Hal ini membuat operasional peralatan untuk normalisasi sulit berjalan. Tak ayal, sungai menjadi dangkal dan rawan terjadi genangan.

"Di samping itu, juga pertumbuhan Enceng gondok di Sidoarjo semakin meningkat. Untuk penanganan nya tidak bisa hanya mengandalkan Dinas PU PR Bina Marga saja. Melainkan harus bersinergi antara instansi satu dengan instansi lainnya," jelasnya.

Dia mengajak Balai Besar Wilayah Sungai, Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS), Sumber Daya Air Provinsi Jatim, Jasa Tirta, Jasa Marga serta dinas lain untuk terjun membenahi kawasan rawan tersebut.

Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Sidoarjo bersama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Jasa Marga, Jasa Tirta dan beberapa dinas terkait di Pendopo Sidoarjo.


(SUR)