Korban Bencana Pulang ke Kampung Halaman di Jatim

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 04 Oct 2018 04:19 WIB
Gempa Donggala
Korban Bencana Pulang ke Kampung Halaman di Jatim
Sebanyak 175 korban bencana di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, mendarat di Bandara Internasional Surabaya, Jawa Timur. Medcom.id/Syaikhul Hadi.

Sidoarjo: Sebanyak 175 korban bencana di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, mendarat di Bandara Internasional Surabaya, Jawa Timur. Setelah didata, mereka pun pulang ke kampung halaman masing-masing.

Hingga Rabu, 3 Oktober 2018, tersisa 20 warga di Mes Bhaskara di Jalan Raya Juanda Sidoarjo. Rencananya, mereka diantar TNI dari Terminal Bungurasih ke kampung halaman.

Mereka merupakan warga asal dua kabupaten di Jatim yaitu Lamongan dan Tuban. Ada pula yang berasal dari Jawa Tengah. Mereka berada di Palu dan sekitarnya untuk merantau.

Namun gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018, memutuskan harapan mereka di tanah rantau. Mereka kemudian mengungsi untuk menyelamatkan diri. Mereka lalu memilih pulang ke Pulau Jawa sambil menunggu kondisi membaik dan kembali merantau.

Joko Waluyo, warga asal Boyolali, Jateng, bersyukur dapat selamat dari bencana itu. Ia pun kini dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

"Suasana di sana (Palu) sangat mencekam. Gempa susulan juga sering terjadi," kata Joko yang tinggal di Palu sejak enam tahun lalu itu.

Setelah bencana, pria berusia 34 tahun itu harus bertahan hidup. Ia pun berjuang menyelamatkan dua anak dan istrinya dari dampak bencana.

Semangat hidupnya tetap membara. Ia akan pulang ke Boyolali dan merintis usahanya berjualan roti. Di Palu, kata Joko, ia hidup dari usaha tersebut.

"Rumah di sana hancur, saya dan keluarga harus tidur di lapangan sambil merasakan getaran gempa susulan. Makanya saya memilih pulang ke Boyolali untuk berjualan," ungkap Joko. 

Kasrem 084 Bhaskara Jaya Letkol ARM Aprianka Suseno telah mendata korban. Beberapa korban sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Ada yang dijemput sanak saudara. Ada pula yang masih memiliki uang dan langsung ke Terminal Bungurasih. Dari terminal, mereka menggunakan bus ke kampung halaman.

"Jadi hanya ada beberapa orang yang bermalam di mess," ujar Aprianka di Mess Bhaskara Jaya Juanda, Sidoarjo.

Selama di mess, lanjut Aprianka, TNI akan menjamin kebutuhan makan dan minum. TNI juga akan memberikan ongkos agar pengungsi bisa pulang ke kampung masing-masing.

"Besok pagi, mereka akan kita antar ke terminal sekaligus memberikan ongkos kepada mereka," jelas Joko.


(DRI)