GP Ansor Cabut Laporan Soal Puisi Sukmawati

Amaluddin    •    Jumat, 06 Apr 2018 14:13 WIB
Kasus Hukum Sukmawati
GP Ansor Cabut Laporan Soal Puisi Sukmawati
Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Jawa Timur akan mencabut laporannya di Polda Jatim terkait puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. Rencananya GP Ansor mencabut laporan itu hari ini, Jumat, 6 April 2018.

"Kami sudah koordinasi dengan Ketua Umum PP Ansor untuk mencabut laporan tersebut ke Polda Jatim. Kami sudah memerintahkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor untuk mencabut laporannya hari ini (Jumat)," kata Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Moh Abid Umar, di Surabaya, 6 April 2018.

Adapun pertimbangan GP Ansor ingin mencabut laporan terkait puisi 'Ibu Indonesia' ciptaan Sukmawati tidak memanas. Ditambah adanya instruksi dari PP GP Ansor.

"Ketiga, karena Sukmawati sudah meminta maaf. Wajib bagi kita untuk memaafkan kepada orang yang sudah meminta maaf," kata Gus Abid, sapaan akrabnya.

Baca: GP Ansor Ikut Laporkan Sukmawati ke Polisi

Gus Abid berharap puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati tidak dipolitisasi, mengingat tahun ini merupakan tahun politik. Sebab jika tidak, kata Gus Abid, tentu akan berdampak luas termasuk terhadap prekonomian.

"Orang salah berucap wajarlah, tapi jangan sampai dipolitisasi. Karena itu, kami minta ke teman-teman media untuk meredam perihal berita yang sudah," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan GP Ansor Jatim belum mencabut laporan di Polda Jatim.

"Belum ada, GP Ansor juga belum mencabut laporannya," kata Barung singkat.

Pada Rabu, 3 April 2018, Badan Otonom PWNU Jatim itu melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jatim. Pelaporan terkait puisi 'Ibu Indonesia' ciptaan Sukmawati yang dibacakan pada peringatan 29 tahun Anne Avantie beberapa waktu lalu, di acara Indonesia Fasion Week (IFW)2018.

Sukmawati menciptakan puisi yang menceritakan keindahan Indonesia. Putri Proklamator Indonesia Soekarno itu membacakan puisi karyanya di depan tamu IFW Jakarta.

Berikut puisinya:

Ibu Indonesia
 
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
 
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
 
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azanmu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
 
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.




(ALB)