BPBD: Sampang Daerah Terparah Kekeringan di Jatim

Amaluddin    •    Rabu, 15 Aug 2018 13:59 WIB
kekeringan
BPBD: Sampang Daerah Terparah Kekeringan di Jatim
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat 23 dari 38 Kabupaten/Kota di wilayahnya terdampak mengalami kekeringan. Dari jumlah itu, Kabupaten Sampang, Madura, yang mengalami kekeringan paling parah.

"Ada 42 desa di Sampang mengalami kekeringan, sehingga menjadi daerah terparah karena jumlah desa mengalami kekeringan paling banyak di antara daerah lainnya," kata Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Rabu, 15 Agustus 2018.

Akibatnya, ribuan warga di daerah tersebut kesulitan mendapatkan air. Namun, Suban belum bisa merinci detail desa mana saja di Sampang yang kekeringan.

"Warga di sana (Sampang, red.) hanya punya persediaan air 10 liter per hari. Mereka juga harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari rumah untuk mendapatkan air bersih," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Suban, Pemprov Jatim telah mengirim air ke Sampang, sebanyak 1 tangki berisi 6.000 liter per desa per hari. "Itu baru bantuan dari Pemprov saja, belum bantuan air dari pemerintah setempat," katanya.

Tak hanya Sampang, kata Suban, Pemprov Jatim juga menyuplai air ke beberapa daerah lainnya. Di antaranya Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Mojokerto, Pasuruan, Blitar, dan Tuban.

"Sampai saat ini, sebanyak 23 kabupaten di Jatim terdampak kekeringan. Lebih spesifik lagi, ada 442 desa terdampak. Dari jumlah itu, 223 desa masih ada potensi air, sementara 199 desa tidak ada potensi air, sehingga harus dikirim air," katanya.


(ALB)