Empat Anak Pelaku Teror Jadi Saksi Mahkota

Amaluddin    •    Selasa, 15 May 2018 13:56 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Empat Anak Pelaku Teror Jadi Saksi Mahkota
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akan memberikan perlakuan khusus terhadap empat anak pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. Sebab, mereka menjadi saksi mahkota untuk mendalami kasus tersebut.

Salah satunya yang menjadi saksi mahkota berinisial AIS, 8, yang diajak kedua orang tuanya naik sepeda motor saat meledakkan bom bunuh diri di pintu gerbang Polrestabes Surabaya, Senin, 14 Mei.

"Putri pelaku ini merupakan satu dari empat anak yang nantinya akan menjadi saksi mahkota," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Frans Barung Mangera, di Mapolda Jawa Timur, Selasa, 15 Mei 2018.

Baca: Empat Anak Pelaku Teror Belum Diserahkan ke Keluarga


Selain AIS, tiga anak lain yang merupakan anak Anton, pelaku teror bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, juga akan menjadi saksi mahkota. Namun, polisi masih mengidentifikasi untuk mengetahui identitas ketiga anak tersebut. 

"AIS dan ketiga anak asal Sidoarjo itu masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim," katanya.

Setelah pulih, lanjut Barung, mereka akan dijadikan saksi mahkota untuk dimintai sejumlah keterangan. Namun, dalam proses pemeriksaan, AIS akan didampingi psikolog. "Kita dapat lakukan interogasi melalui psikolog anak untuk mengungkap. Karena anak itu korban doktrinasi orang tuanya," ujarnya.

Baca: Mantan Kombatan Sebut Mustahil Bom Surabaya Pengalihan Isu

Barung memastikan tidak ada seorang pun yang bisa menemui AIS, kecuali dokter forensik dari Polri. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi psikologisnya. 

"Yang memiliki otoritas memperbolehkan orang masuk ketemu korban adalah dokter forensik, jadi bergantung kondisi kesehatannya. Kalau dokter bilang enggak siap secara kesehatan, ya enggak bisa," katanya.

AIS merupakan anak yang diikutsertakan oleh kedua orang tuanya meledakkan bom bunuh diri di pintu gerbang Polrestabes Surabaya, kemarin. Saat ini anak berusia 7 tahun itu masih dirawat di RS Bhayangkara bersama tiga anak dari pelaku ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Orang tua AIS diketahui bernama Tri Murtiono. Tri dan istrinya mengajak ketiga anak mereka melancarkan aksi bom bunuh diri dengan menaiki sepeda motor, di Polrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB. Tri Murtiono, istrinya dan dua anak mereka tewas di tempat, sementara AIS terpental dari motor dan selamat.




(ALB)