Trauma Hilang, Bocah Korban Pemerkosaan Tetap Enggan Sekolah

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 22 Nov 2016 15:00 WIB
pemerkosaan
Trauma Hilang, Bocah Korban Pemerkosaan Tetap Enggan Sekolah
Ilustrasi. Metrotvnews.com/M. Rizal

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Salah satu korban pemerkosaan anak di bawah umur hingga hamil 8 bulan, kini sudah beranjak pulih dari trauma. Kasus itu terjadi pada Juli 2015 dan berhasil diungkap Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa. 

Hal itu disampaikan Kepala UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidokare, Sidoarjo, Anastasia. "Kondisinya sudah baik sekarang. 90 persen sudah tidak trauma," ucap Anastasia, Selasa (22/11/2016).

Berbeda saat korban dipindahkan ke Liponsos. Dia lebih pendiam dan takut jika diajak berbicara. Namun, sejak empat bulan lalu korban sudah kembali ceria. 

"Sekarang sudah mau berinteraksi dengan teman-temannya, bermain, dan belajar. Seperti tidak ada beban lagi," katanya. 

Empat bulan lalu, korban yang masih berumur 14 tahun, dikabarkan melahirkan anak laki-laki. Meski begitu, kejadian itu masih menyisakan luka di hati ibu korban, R, 46. Menurutnya, ibu korban masih tak menyangka anaknya yang masih di bawah umur harus merasakah derita seberat itu.

"Ibunya masih kepikiran. Kok bisa terjadi," katanya.

Baca: Mensos Minta Polisi Selesaikan Kasus Pemerkosaan hingga Hamil di Sidoarjo

Seorang perempuan 14 tahun asal Desa Trompoasri Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diperkosa dua tetangganya, Soleh, 46, dan Udin, 21.

Akibat kejadian itu, korban harus putus sekolah. Saat ini, korban juga masih tak mau sekolah akibat malu dengan kondisinya.

"Pernah kita tawarkan, tapi dia enggak mau. Hanya, dia mau belajar dan menulis saat dibimbing mahasiswi magang," kata Anastasia.


(UWA)