Gubernur DIY Diharapkan Menerbitkan Pergub tentang Bahasa Jawa

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 13 Nov 2016 06:04 WIB
kebudayaan
Gubernur DIY Diharapkan Menerbitkan Pergub tentang Bahasa Jawa
Foto ilustrasi. (Ant/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengembangan bahasa Jawa. Hal ini berdasarkan hasil Kongres Bahasa Jawa VI, 8-12 November, yang menunjukkan penggunaan dan pengembangan bahasa Jawa sangat memprihatinkan.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra, Dinas Kabudayaan DIY Erlina Hidayati Sumardi mengungkapkan, pihaknya bakal mengajukan pembuatan Pergub tersebut dengan berisi sejumlah poin, seperti bahasa, aksara, dan sastra Jawa. Menurutnya, pengembangan bahasa Jawa di Yogyakarta selama ini baru mengacu pada aturan lama, yakni Perda DIY Nomor 4 Tahun 2011 tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta.

"Memang poin bahasa Jawa ada di dalamnya (Perda), namun di dalamnya belum melingkupi semua aspek," ujar Herlina selepas penutupan Kongres Bahasa Jawa VI di Hotel Inna Garuda Yogyakarya, Sabtu (12/11/2016).

Herlina mengungkapkan cukup dilematis apabila pelestarian dan pengembangan bahasa Jawa menunggu Pergub. Dengan kondisi pengembangan bahasa Jawa yang memprihatinkan itu, pihaknya bakal menyusun program kerja tahunan dengan mengacu rekomendasi hasil kongres bahasa Jawa dan Perda Nomor 4 Tahun 2011 itu.

Ia memperkirakan, langkah terdekat yang akan dilakukan yakni mengumpulkan komunitas pegiat bahasa Jawa untuk membuat perencanaan di tahun 2017.

"Nanti akan kita diskusikan dengan pengguna dan non pengguna (bahasa Jawa), dari berbagai segmen usia," ujarnya.

Pihaknya juga berencana mengadakan gerakan literasi Jawa pada 2017. Hal itu dilakukan dengan membuat sebuah lembaga pembelajaran yang ia sebut Pawiyatan Jawa.

Lembaga tersebut akan mempelajari sastra, budaya, keterampilan, dan tata krama. "Semua tentang kejawaan. Nanti ada sertifikat. Sudah dimasukkan dianggaran kami 2017, tinggal pengesahan," kata dia.

Ia menambahkan, langkah yang sudah dilakukan untuk mengembangkan bahasa Jawa sejauh ini yakni dengan menerbitkan majalah bernama Sempulur. Untuk mendukung itu, ke depan bakal membuat tabloid berbahasa Jawa triwulanan yang bisa mengakses pusat keramaian, seperti kafe.

Disamping itu, lanjutnya, mengunggang video bermuatan bahasa Jawa melalui sosial media. Misalnya, lagu, dolanan anak, dan film pendek soal layanan masyarakat dengan bahasa Jawa. Selain memanfaatkan sosial media, kata Erlina, juga menghidupkan acara Senja Bersastra yang pernah berjalan di kawasan Malioboro. Senja bersastra itu menjadi tempat berkumpulnya penyuka sastra.

"Kami juga ingin ada pembuatan buku diaspora Jawa dan kompetisi sastra. Ini dalam rangka menggairahkan literasi bahasa Jawa. Mungkin, poin-poin hasil kongres (bahasa Jawa VI) belum semua bisa berjalan 2017. Kemungkinan tahun 2018 baru bisa melaksanakannya," ungkapnya.


(MEL)