Pengikut Percaya Taat Pribadi Dapat Sejahterakan Masyarakat

Abdus Syukur    •    Jumat, 30 Sep 2016 17:40 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Pengikut Percaya Taat Pribadi Dapat Sejahterakan Masyarakat
Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, MI - Abdussyukur

Metrotvnews.com, Probolinggo: Dimas Kanjeng Taat Pribadi punya gelar `Yang Mulia`. Di mata sebagian besar pengikutnya, semua tindak tanduk Dimas Kanjeng mulia. 

Taat Pribadi tak lain tak bukan adalah pemimpin padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur. Selain kesaktiannya menggandakan uang, padepokan juga memiliki struktur organisasi layaknya kerajaan.

Mashuri, pengikut asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengatakan, Taat Pribadi menarik sejumlah uang dari pengikutnya bukan untuk kepentingan padepokan. "Uang yang ditarik bukan untuk padepokan atau pengikutnya. Tapi untuk menyejahterakan masyarakat," kata Mashuri.

Mashuri mengakui, Taat Pribadi merupakan pimpinan padepokan dan yayasan. Organisasi padepokan memiliki jabatan sekretaris dan ketua keamanan. Ada pula sembilan jabatan khusus yang disebut Sultan.

"Selain itu juga masih ada koordinator-koordinator daerah yang biasanya berhubungan langsung dengan para santri," kata Indra Hermawan, pengikut asal Jembrana, Bali.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin membenarkan struktur tersebut. Taat Pribadi, kata Arman, berada di posisi tertinggi. Di bawah Taat Pribadi, terdapat koordinator yang bertugas di sejumlah daerah, kota, dan kabupaten.

"Baru di bawahnya adalah pengikut yang direkrut oleh koordinator itu," kata Arman

Taat Pribadi menjadi perbincangan setelah Polda Jatim menggerebek padepokannya di Probolinggo sepekan lalu. Awalnya, polisi membekuk Taat Pribadi terkait kasus pembunuhan yang terjadi pada dua pengikutnya.

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar membeberkan kasus yang menyeret Taat Pribadi bermula adanya temuan jenazah di Situbondo pada April tahun lalu. Jenazah diduga kuat merupakan murid Taat Pribadi di padepokan miliknya.

Baca: Dua Santri Tewas, Polisi Dalami Keterlibatan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Diduga, Taat Pribadi otak pembunuhan dua pengikutnya itu. Motif pembunuhan yaitu Taat Pribadi khawatir kedua pengikutnya akan mengungkapkan penipuan di padepokan.


(RRN)