Rumah Hancur, Warga Desa Kalisogo Bingung Pikirkan Sekolah Anak

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 24 Aug 2016 12:47 WIB
penertiban
Rumah Hancur, Warga Desa Kalisogo Bingung Pikirkan Sekolah Anak
Warga mengangkut barang yang tersisa dari penertiban rumah di Desa Kalisogo Sidoarjo, MTVN - Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Suasana di Desa Kalisogo, Sidoarjo, Jawa Timur, sepi. Tak ada canda tawa atau warga yang bercengkerama. Yang ada, hanya reruntuhan bangunan.

Dari pantauan Metrotvnews.com, Rabu 24 Agustus, beberapa warga hanya melihat sisa-sisa tempat tinggal mereka di desa tersebut. Mereka mengenang suka duka menempati bangunan semi permanen itu.

Puluhan rumah itu berlokasi di lahan milik Dinas Pengairan Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah membongkar bangunan-bangunan itu lantaran warga tak mengantongi izin. Tindakan prostitusi juga diduga terjadi di kawasan tersebut.


(Alat berat menghancurkan bangunan diduga menjadi lokasi prostitusi di Sidoarjo, MTVN - Syaikhul Hadi)

Kemarin, puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi lokasi. Petugas membongkar bangunan. Petugas juga membawa alat berat untuk meluluhlantakkan area itu.

Kedatangan petugas menyisakan kesedihan mendalam bagi pemilik bangunan. Betapa tidak, mereka sudah menempati bangunan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Warga tak melawan. Mereka hanya melihat aksi pembongkaran dari kejauhan. Para ibu menangis. Anak-anak merengek.

"Nek, kita tinggal di mana," tanya seorang bocah pada Neneknya saat menyaksikan rumahnya dihancurkan.

Sang Nenek tak bisa menjawab. Ia hanya mengusap-usap air mata yang mengalir di pipi. Sesekali, ia menenangkan cucunya tersebut. Beberapa tahun terakhir, bocah perempuan berusia 9 tahun itu tinggal bersama neneknya.

Tak jauh dari situ, seorang remaja pria menangisi tindakan petugas berseragam cokelat yang menghancurkan rumahnya. Ia mengusap-usap air mata dengan lengannya.

"Kita ini rakyat kecil, oi. Jangan semena-mena," teriak remaja berkaos hitam itu. 


(Seorang remaja pria menangis saat melihat petugas merobohkan rumahnya di Desa Kalisogo, MTVN - Syaikhul Hadi)

Selain tak punya rumah, ia juga bingung karena tak bisa bersekolah lagi. Ia harus membantu orangtuanya bekerja setelah tak punya rumah.

"Wes, ra usah sekolah rapopo (Sudah. Tak usah sekolah enggak apa-apa," kata ibunya yang mendekati dan memeluk remaja tersebut.

Kesedihan turut dirasakan Ningsih, warga setempat. Ningsih pingsan menyaksikan penertiban. Beberapa ibu pun membopong Ningsih dan berusaha membuatnya siuman.

Suara kesedihan warga tak menyurutkan tindakan petugas. Satu per satu, rumah hancur. Total, 21 rumah runtuh.

Suprapto, warga setempat, mengatakan mereka sudah lama tinggal di lokasi itu. Ia mengaku lahan tersebut bukan hak mereka. Namun saat membangun rumah, mereka sudah mendapat izin dari dinas terkait.

"Malah mereka juga bayar retribusi ke Dinas Pengairan maupun kepala desa setempat," ujar Suprapto kepada Metrotvnews.com, Rabu (24/8/2016).

Setelah penertiban, Suprapto dan puluhan kepala keluarga ditampung di Kantor Camat Jabon. Mereka bingung. Rumah sudah hancur. Mata pencarian lenyap. Masa depan anak-anak pun tak jelas.

"Bagaimana dengan nasib anak-anak yang masuk sekolah. Tempat tinggal saja tidaka da," ungkap Suprapto.

Soal prostitusi di daerah itu, Lik Ani, warga setempat, mengaku sempat terjadi. Tapi kegiatan esek-esek itu berakhir sejak tujuh bulan lalu. Lik Ani pun menganggap alasan dugaan prostitusi untuk menertibkan kawasan itu tidak benar.


(RRN)