Hujan Sejam, Sumenep Banjir di Beberapa Lokasi

Rahmatullah    •    Jumat, 09 Feb 2018 16:23 WIB
banjir
Hujan Sejam, Sumenep Banjir di Beberapa Lokasi
Mobil patroli melintasi banjir di Sumenep, 9 Februari 2018, Medcom.id - Rahmat

Sumenep: Wilayah Kecamatan Kota di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diguyur hujan lebat selama kurang lebih satu jam, Jumat 9 Februari 2018. Sejumlah titik tergenang banjir akibat saluran air kurang berfungsi normal.

Pantauan Medcom.id, jalan yang tergenang itu antara lain di depan kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya di Jalan Kamboja, Desa Kolor, Kecamatan Kota. Lalu di RSUD Sumenep yang berhadapan dengan kantor Pemkab Sumenep, tepatnya di Jalan dr Cipto Desa Kolor, Kecamatan Kota. 

Air bah tersebut juga meluap di Jalan Wahid Hasyim Desa Pangarangan, Kecamatan Kota. Bahkan di lokasi ini terdapat sejumlah rumah warga dan toko terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, atau kurang lebih 50 centimeter. 

Seorang pengendara roda dua terpaksa harus turun dari kendaraannya karena nekat menerobos genangan banjir. Mesin kemasukan air dan menyebabkannya macet. Dia pun harus menuntun motor untuk tiba di lokasi yang tidak tergenang banjir.

"Tiap turun hujan, selalu ada genangan banjir. Motor saya jadi mogok ini," keluh Said setelah melintas di Jalan Kamboja, Desa Kolor, Kecamatan Kota.

Dia berharap pemerintah segera ambil kebijakan untuk menyelesaikan persoalan genangan banjir itu. Dia yakin banjir meluap karena saluran pembuangan kurang normal.

Sementara warga Desa Pangarangan, Zainal Arifin, menuturkan daerahnya langganan banjir tiap kali turun hujan lebat dan lama. Dan itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Zainal mengaku heran karena tidak ada yang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sudah lama terjadi banjir kayak ini," tuturnya.

Zainal merasa terganggu dengan langganan banjir itu. Sebab tiap turun hujan lama, dia pasti angkat sapu dan peralatan lain untuk membersihkan sisa-sisa banjir di dalam rumah dan tokonya. Banjir setinggi lutut orang dewasa itu dipastikan mengotori lantai rumah dan tokonya.

Dia berharap banjir tidak lagi menggenang di wilayah tersebut. Dia pun meminta pemerintah untuk segera mencari solusi.


(RRN)