163 Ribu Warga Bangkalan belum Rekam KTP-el

Rahmatullah    •    Selasa, 02 Jan 2018 14:39 WIB
pelayanan e-ktpktp
163 Ribu Warga Bangkalan belum Rekam KTP-el
Warga Bangkalan antre mengurus KTP-el - Medcom.id / Rahmatullah

Bangkalan: Sebanyak 163 ribu warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, hingga awal tahun 2018 ini belum rekam KTP Elektronik (KTP-el). Padahal sebentar lagi kabupaten paling barat Madura itu bakal menggelar pemilihan kepala daerah. Hal itu lantaran proses pengurusan dokumen kependudukan tersebut lamban.

Abdul Asis, warga Banyuneng Laok Kecamatan Geger, mengeluhkan lambatnya proses pengurusan KTP-el tersebut, karena sangat berdampak bagi keseharian masyarakat. Katanya, masyarakat yang tidak memiliki KTP-el kesulitan ketika mengurus sesuatu. 

"Saudara saya sudah satu tahun lebih melakukan perekaman KTP-el, tapi sampai sekarang masih belum diterbitkan," ujarnya saat ditemui di Kantor Dispendukcapil Bangkalan, Selasa 2 Januari 2018.

Asis berharap pelayanan di Dispendukcapil Bangkalan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat tidak harus menunggu lama untuk memperoleh KTP-el. Dia berharap profesionalitas petugas lebih ditingkatkan, sehingga warga bisa cepat mendapatkan KTP-el tersebut.

Sementara Kepala Dispendukcapil Bangkalan, Rudianto, menjelaskan target wajib KTP-el di Kabupaten Bangkalan sebanyak 787.444 orang. Sedangkan yang sudah melakukan perekaman sebanyak 623.862 orang. Jadi, lanjut dia, ada sekitar 163 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el.

"Memang dulu sempat lambat karena terkendala penunggalan data dari pusat, tapi kalau sekarang sudah tidak," ucapnya.

Dia mengatakan keberhasilan perekaman KTP-el juga harus diimbangi kemauan dari masyarakat. Sebab itu, dirinya menolak jika pengurusan KTP-el dianggap lambat.

"Itu bukan penyebabnya, untuk perekaman e-KTP harus ada kemauan juga dari masyarakat," paparnya.

Rudi berjanji akan mengevaluasi pelayanan yang dikeluhkan oleh masyarakat. Sehingga ke depan keluhan tersebut tidak lagi mengemuka. Dia ingin pelayanan di dinasnya lebih maksimal.


(ALB)