Honorer Sumenep Galang Bantuan untuk Guru Tewas di Sampang

Rahmatullah    •    Jumat, 02 Feb 2018 20:31 WIB
kekerasan
Honorer Sumenep Galang Bantuan untuk Guru Tewas di Sampang
Guru honorer K2 Sumenep saat melakukan aksi solidaritas. Foto: Medcom.id/Rahmatullah

Sumenep: Puluhan guru honorer kategori 2 (K2) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggalang bantuan dana untuk keluarga Ahmad Budi Cahyanto (sebelumnya diberitakan Ahmad Budi Cahyono). Budi adalah guru kesenian SMAN 1 Torjun yang meninggal diduga akibat dipukul siswanya, Jumat, 2 Februari 2018.

Sebelum menggalang dana kepada pengguna jalan yang melintas di Taman Adipura atau Taman Bunga, mereka menggelar salat gaib di Masjid Jamik. Mata mereka berkaca-kaca saat mendoakan almarhum usai salat gaib.


Guru honorer K2 Sumenep saat melakukan aksi solidaritas. Foto: Medcom.id/Rahmatullah

Ketua Forum Honorer K2 Sumenep Abd Rahman menjelaskan aksi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama guru. Rahman mengaku sedih saat mendengar guru yang diupah di bawah Rp500 ribu menjadi korban penganiayaan, bahkan dilakukan oleh sang murid.

(Baca: Pemakaman Guru Korban Penganiayaan Murid Dipadati Pelayat)

Mereka mengumpulkan dana yang akan diserahkan langsung ke keluarga korban di Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, Sampang. Rahman berharap bantuan tersebut akan meringankan beban keluarga korban.

Dia berharap kebaikan dan pengabdian Budi selama hidup dibalas Yang Maha Kuasa. Rahman ingin penegak hukum memproses kejadian itu hingga tuntas, karena siswa bersangkutan dianggap sudah berperilaku di luar batas.

Para guru honore berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Tidak hanya di Kabupaten Sampang, tapi juga di daerah lain.

(Baca: Guru Budi Mengabdi dengan Gaji Rp400 Ribu per Bulan)


(SUR)