KPK tak Bawa Bukti Usai Geledah Rumah Wali Kota Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 20 Mar 2018 16:07 WIB
kasus korupsi
KPK tak Bawa Bukti Usai Geledah Rumah Wali Kota Malang
Suasana rumah Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton di Jalan Telaga Indah RT 03 RW 01, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat digeledah KPK, Senin, 19 Maret 2018. Baca: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Kediaman Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton di Jalan Telaga Indah RT 03 RW 01, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 20 Maret 2018. Namun, komisi antirasuah tersebut tidak membawa barang apapun usai penggeledahan.

Ketua RW setempat, Aziz Maulana mengaku ikut menyaksikan penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di dalam rumah Anton.

"Iya ada KPK. Semua digeledah, ruang atas juga. Tapi tidak ditemukan barang apapun," bebernya kepada awak media usai penggeledahan.

(Baca: Saksi Sebut 18 Dewan Tersangka Baru Korupsi APBD-P Malang)

Aziz menjelaskan ada delapan penyidik KPK yang melakukan penggeledahan. Penyidik tersebut dikawal oleh dua anggota Polres Malang Kota.

"Abah (panggilan akrab Anton) tidak ada di rumah. Penggeledahan hanya disaksikan oleh putranya dan mantunya," ungkapnya.

(Baca: KPK Periksa Anggota DPRD Malang Hingga Jumat)

Selain disuruh menyaksikan penggeledahan, Azis pun juga sempat ditanyai penyidik KPK. "Sempat ditanya identitas juga," tutupnya.

Penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Anton kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, KPK menggeledah rumah pribadi Anton pada 10 Agustus 2018 lalu. Saat itu, Anton masih menjabat sebagai Wali Kota Malang.

Kali ini, KPK kembali mendatangi rumah Anton dengan membawa tiga mobil sejak pukul 12.30 WIB. Penggeledahan berakhir sekitar pukul 15.00.

Selang beberapa menit setelah penggeledahan berakhir, Anton bersama istrinya terlihat baru sampai di depan gerbang rumah. Namun saat dikonfirmasi, Calon Wali Kota Malang 2018 itu tak merespons sedikitpun dan langsung masuk ke rumahnya.

(Baca: Enam Petinggi DPRD Malang Ditetapkan Tersangka Korupsi)


(SUR)