Eks Kajari Pamekasan Tak Ajukan Eksepsi

Syaikhul Hadi    •    Senin, 06 Nov 2017 15:56 WIB
kasus suap
Eks Kajari Pamekasan Tak Ajukan Eksepsi
Kajari Pamekasan nonaktif Rudi Indra Prasetya. Foto: Antara/Makna Zaezar

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pihak Eks Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Rudi Indraprasetya, menyatakan tak mengajukan pembelaan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rudi didakwa telah menerima suap dalam kasus penyelewangan anggaran dana desa (ADD) di Desa Dadok, Pamekasan, Jawa Timur.

"Belum ada upaya untuk eksepsi, kami menghargai KPK," kata penasehat hukum Rudi, Ade Yuliawan, usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Juanda, Senin 6 November 2017.

Menurutnya, pihak KPK sudah melakukan upaya terbaik. Pihaknya mengaku tidak akan mempersulit jalannya persidangan. Sehingga terdakwa bisa secepatnya mendapat keadilan.

"Sudah enggak berbelit-belit. Kita tidak akan mempersulit, dan kita juga memohon supaya berjalan dengan cepat dan segera memperoleh keadilan," singkat Ade.

(Baca: Kajari Pamekasan Didakwa Terima Suap Kasus Dana Desa)

Eks Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indraprasetya didakwa menerima suap dalam kasus pengurusan perkaran Anggaran Dana Desa (ADD). Pembacaan dakwaan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin 6 November 2017.

"Terdakwa dijerat dengan pasal suap selaku penyelenggara negara," ujar Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, saat membacakan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai M. Tahsin.

Dia didakwa telah melanggar pasal 12 huruf A atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Baca juga: Suap Kajari Pamekasan untuk Bungkam Kasus Dana Desa)


(SUR)