Empat Bencana Sering Melanda Kawasan Sumenep

Rahmatullah    •    Rabu, 07 Feb 2018 16:24 WIB
bencana
Empat Bencana Sering Melanda Kawasan Sumenep
ilustrasi Medcom.id

Sumenep: Empat bencana akibat cuaca buruk biasa terjadi di sejumlah kawasan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yaitu puting beliung, longsor, banjir dan abrasi pantai. Terkait potensi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan surat peringatan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama anomali cuaca tersebut. 

Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, mengaku sudah meminta warga berhati-hati sejak akhir Desember 2017 hingga akhir Februari ini. Rahman tidak ingin terjadi hal tidak diinginkan akibat bencana tersebut.

"Kita berpedoman pada surat edaran yang disebar instansi terkait mengenai cuaca buruk itu, sehingga kita mengeluarkan imbauan kepada semua kecamatan agar disampaikan kepada warga untuk lebih berhati-hati," aku Rahman, Rabu 7 Februari 2018.

Puting beliung, ungkap Rahman, biasa terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kalianget, tepatnya di Desa Kertasada, Marengan Laok, Marengan Daya, dan Pinggir Papas. Beberapa waktu lalu, puluhan rumah rusak akibat diterjang angin ribut tersebut.

Sedangkan abrasi pantai berpotensi terjadi di pesisir pantai Kecamatan Ambunten. Dua minggu lalu, sudah ada 9 rumah di Desa Ambunten Timur rusak akibat abrasi pantai. Bahkan satu rumah rusak total setelah lantai ambles akibat air laut pasang. 

Sementara banjir biasa merendam kawasan Desa Meddelan, Sendir dan Pore (Kecamatan Lenteng). Begitu juga di perbatasan Desa Patean dan Babalan (Kecamatan Batuan) sering dikepung air bah tersebut. 

"Sedangkan yang berpotensi longsor itu di dua tempat, yaitu Desa Basoka (Kecamatan Rubaru) dan Payudan Daleman (Kecamatan Guluk-guluk). Kontur tanah di dua lokasi itu berbentuk tebing, sehingga mudah longsor saat hujan lebat," imbuhnya.

Rahman memastikan pemerintah akan membantu warga yang rumahnya rusak akibat bencana. Untuk rumah rusak total dibantu Rp2,5 juta, rusak sedang Rp1,5 juta, sedangkan rumah rusak ringan dibantu antara Rp300 ribu hingga Rp750 ribu.



(ALB)