Di Sidang Duplik, Dahlan Iskan Mengaku Menderita Lupus

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:55 WIB
dahlan iskan
Di Sidang Duplik, Dahlan Iskan Mengaku Menderita Lupus
Dahlan Iskan, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku menderita penyakit Lupus selama menjalani proses hukum atas kasus jual beli aset PT Panca Wira Usaha (PWU) yang menjeratnya sebagai terdakwa. Dahlan menyampaikan itu dalam sidang lanjutan duplik atau tanggapan replik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur, Selasa 18 April 2017.

Dahlan mengatakan ia memanfaatkan sidang kali ini untuk mengucap syukur atas karunia kesehatan. Sebab, sejak menjalani proses hukum, kondisi kesehatannya menurun.

"Saya bersyukur atas karunia kesehatan yang saya jalani selama pemeriksaan," kata Dahlan di muka sidang.

Berikut petikan isi duplik yang langsung dibacakan Dahlan:

Bapak-bapak Majelis Hakim yang mulia,
 
Jalannya perkara ini, mungkin seperti rujak cingur untuk saudara Wisnu Wardhana, tapi seperti rujak sentul untuk saya: kami ngalor, jaksa ngidul. Karena tidak ada yang baru dari replik bapak jaksa dan hampir tidak ada sanggahan sama sekali atas pledoi kami. Maka duplik ini saya manfaatkan untuk mengungkapkan rasa syukur saya kepada Allah swt bahwa: Selama sidang, saya bisa melewati masa kritikal saya, sehingga lolos dari serangan penyakit Lupus yang hampir saja mengenai saya. Saya berterima kasih atas izin berobat yang diberikan kepada saya.

Semula, saya masih berharap hasil diagnosa tim dokter Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya yang mengatakan bahwa saya di ambang terserang penyakit lupus itu keliru. Ternyata hasil pemeriksaan di RS Di Yi Zhong Xin Yi Yuan, Tianjin, sama. Alhamdulillah langsung ditangani. Sayang, waktu berobat hanya satu minggu sehingga tidak mungkin mengatasi ancaman penyakit tersebut secara tuntas. Serangan lupus tersebut datang akibat terganggunya keseimbangan imunitas di tubuh saya. Alhamdulillah bahwa izin berobat tersebut telah membuat masa kritikal saya itu lewat.
 
Memang, ancaman penyakit lupus  masih terus mengintai saya setiap saat. Ini karena obat yang saya minum setiap hari memang berdampak menurunkan sistem imunitas tubuh saya. Namun saya tidak mungkin tidak minum obat tersebut karena hati yang terpasang di tubuh saya sejak 10 tahun yang lalu itu tetap dianggap benda asing oleh sistem tubuh saya yang asli.


Sekadar informasi, Lupus adalah penyakit autoimun kompleks yang memengaruhi kesehatan jutaan orang di dunia. Lupus menyerang saat terkadi kesalahan pada sistem kekebalan tubuh. Yaitu sistem imun menyerang jaringan yang sehat.


(Ilustrasi penyakit lupus, net)

Baca: 5 Fakta tentang Penyakit Lupus

Penderita akan mengalami peradangan, kelelahan ekstrim, nyeri, demam, anemia, rambut rontok, dan ruam di beberapa organ tubuh ketika terpapar pencetus, seperti paparan sinar ultraviolet, rokok, cat rambut, fluktuasi hormon, dan pil KB.

Beberapa penelitian juga menyebutkan, obat tekanan darah tinggi dosis tinggi, dan antibiotik juga memicu gejala di atas pada penderita lupus. Gejala biasanya akan mereda jika pasien berhenti minum obat-obatan tersebut.

Di dalam sidang, Dahlan juga mengatakan, 14 tahun lalu, dokter mendiagnosisnya terkena sirhosis dan kanker hati. Selama dua tahun, ia bolak-balik Surabaya-Singapura untuk pengobatan. Tim dokter berupaya menangani gelembung darah di sepanjang saluran pencernaannya. Efeknya, tubuhnya membengkak.

"Susu saya kian montok sehingga mirip perempuan. Kaki saya juga membesar, sehingga tiap tiga bulan harus ganti ukuran sepatu. Semua itu saya jalani sambil terus bekerja keras untuk perusahaan-perusahaan saya dan untuk membenahi PT PWU. Tentu banyak dokumen yang mau tidak mau tetap harus saya tandatangani meski sering kali harus menunggu kepulangan saya dari luar negeri," kata Dahlan. 
 
Sampai saat itu, lanjutnya, dirinya masih bisa merahasiakan sakitnya. Dia baru tidak bisa lagi merasa sehat setelah harus menjalani kemoterapi di Singapura yang mengakibatkan kondisi tubuh saya menurun drastis. 

Namun kemoterapi pada 2005 tak berhasil. Ia pun berobat ke Tiongkok dan tinggal cukup lama di Kota Yantai, Provinsi Shandong. Ia juga mengupayakan pengobatan tradisional di Provinsi Heilongjiang, wilayah Tiongkok yang berdekatan dengan Rusia.

"Ternyata juga gagal. Kanker-kanker hati saya terus membesar. Saya kemudian menjalani pengobatan modern lagi. Tiga buah kanker yang sudah besar di dalam hati saya itu dibakar agar mati. Yang kecil-kecil dibiarkan dulu. Sebulan kemudian ternyata hidup lagi dan dibakar lagi. Dua bulan kemudian hidup lagi," cerita Dahlan. 

Limpa nya juga terus membesar yang mendekati pecah. Dokter memutuskan untuk  memotong sepertiga limpanya. Operasi pemotongan limpa ini sangat kritis. Dokter Singapura sebenarnya melarang pemotongan itu mengingat risikonya fatal. Dokter Singapura memilih membuang saja limpanya. 

"Saya harus mondar-mandir RRC-Singapura untuk membuat keputusan apakah limpa saya dipotong atau dibuang. Akhirnya saya memutuskan dipotong saja. Di sebuah rumah sakit tradisional di RRC," jelasnya. 
 
Semua itu belum menyentuh inti persoalan, sebelum kanker hatinya dituntaskan. Limpa yang sudah dipotong pun membesar lagi. Kanker yang sudah dibakar hidup lagi. 

Akhirnya ia menjalani upaya sapu jagad alias mengganti hati. Memang, lanjut Dahlan, tak ada jaminan upaya itu berhasil. Tapi tim dokter tak memiliki pilihan lain. Kalau pun berhasil, Dahlan harus minum obat penurun imunitas setiap hari seumur hidupnya.
 
"Alhamdulillah Yang Mulia, di tengah tekanan bertubi-tubi ini saya bisa melewati masa-masa kritikal itu. Seberat apa pun perjalanan ini tidak lagi saya rasakan berat karena saya sudah merasakan yang jauh lebih berat dari semua ini," katanya lagi. 

Yang membuatnya tambah bersyukur, lanjut Dahlan, tak ada fakta persidangan yang menyebutkan dirinya turut menikmati uang dari jual beli aset PT PWU. Tak ada pula fakta persidangan yang menyebutkan dirinya menerima aliran uang atau sesuatu dari transaksi itu.

Di kesempatan itu, Dahlan pun mendoakan Sam Santoso, pengusaha yang membeli aset PT PWU. Meski saksi kunci, Sam tak pernah hadir di sidang dengan alasan sakit.

Dahlan tak berkecil hati pada Sam. Dahlan justru mendoakan Sam segera sembuh dari sakitnya, kaya raya, dan berumur panjang.

"Juga untuk jaksa yang masih muda dan ganteng ini, saya doakan kariernya lancar, pangkatnya terus naik, dan jabatannya meningkat setelah selesainya perkara ini," doa Dahlan.

Dahlan Iskan menjadi terdakwa dalam kasus jual beli aset PT PWU. Dahlan diduga mengetahui jual beli aset itu karena ia menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU saat transaksi terjadi.

Jaksa dan kuasa hukum menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang. Salah satu saksi yang seharusnya didatangkan yaitu Sam Santoso. Namun Sam tak pernah hadir dan memenuhi panggilan. Sehingga jaksa hanya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sam di sidang.

Lihat video:
 


(RRN)