Ibu Aniaya Anak hingga Tewas Gegara Duit Rp51 Ribu

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 22 Jun 2018 14:38 WIB
penganiayaan anak
Ibu Aniaya Anak hingga Tewas Gegara Duit Rp51 Ribu
Kapolres Malang, AKPB Yade Setiawan Ujung bersama tersangka Ani Musripah. (Medcom.id/Daviq)

Malang: Ani Musripah, 34, warga Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Malang, Jawa Timur, tega menganiaya anak kadungnya, SA,8, hingga tewas, gegara duit Rp51 ribu. 

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, penganiayaan terjadi pada Selasa malam, 19 Juni 2018. Korban tewas saat hendak dibawa ke RSUD Kepanjen, sekitar pukul 01.30 WIB. 

"Ada perlakuan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka terhadap anaknya sendiri yang mengakibatkan si anak muntah-muntah kemudian pusing. Pada saat dibawa ke rumah sakit ternyata sudah meninggal dunia," katanya saat gelar perkara, Jumat 22 Juni 2018.

Yade menjelaskan, penganiayaan berujung kematian itu karena SA mengambil uang di dalam amplop Lebaran sebesar Rp51 ribu. Uang itu diambil korban untuk membeli layangan dan mudik ke Lamongan, Jatim. 

"Pada saat anaknya pulang dari luar ditanya, ternyata benar dia (SA) yang ambil dan sudah habis sekitar 20 ribuan. Saat pulang si anak dalam keadaan kotor setelah bermain layang-layang, padahal sudah mandi sebelumnya. Itu yang membuat tersangka mungkin emosi sesaat sehingga dilakukan penganiayaan tersebut," bebernya.

Kapores mengungkap, dari hasil autopsi diketahui adanya luka mulai dari kaki, dada, punggung dan kepala. Selain itu, hasil autopsi juga mengungkap ada pendarahan di sekitar otak korban. 

"Kita sandingkan dengan keterangan tersangka dan saksi. Saat itu korban dipukul menggunakan gayung dan tangan kosong serta digigit juga. Kita nanti juga akan mendalami apakah saat itu korban ada jatuh sehingga menyebabkan gegar otak," ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dikenai Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

"Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.


(LDS)