3 Mahasiswa di Malang Ditangkap karena Menanam Ganja

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 25 Jul 2018 12:44 WIB
ganja
3 Mahasiswa di Malang Ditangkap karena Menanam Ganja
tiga mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang karena kedapatan memiliki pohon ganja di rumah kontrakannya. (Daviq Umar)

Malang: Tiga mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang ditangkap polisi, karena memiliki pohon ganja di rumah kontrakannya, Perum Graha Dewata Blok MM No. 23 Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketiga mahasiswa itu adalah FA, 22, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang; AS, 24, warga Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan; dan AM, 22, warga Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.

Kapolsek Dau, Kompol Endro Sujiat, mengatakan penangkapan tiga mahasiswa itu dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB, Senin 9 Juli 2018 lalu. Mereka ditangkap usai mendapatkan laporan warga.

"Awalnya warga merasa curiga dengan aktivitas penghuni kontrakan yang hampir setiap malam selalu ramai dan jarang sekali tidur. Sehingga warga mengambil tindakan dengan menegur penghuni tersebut," katanya, Rabu 25 Juli 2018.

Saat menegur mahasiswa tersebut, warga juga memeriksa kondisi rumah kontrakan. Walhasil ditemukan sejumlah tanaman yang disembunyikan di ruang dapur.

"Tanaman tersebut menyerupai tanaman ganja. Untuk memastikan kebenarannya, warga pun langsung menghubungi Polsek Dau," ungkapnya.

Polisi kemudian mendatangi TKP dan menemukan sejumlah barang bukti. Yakni, 9 batang pohon ganja, 8 pot, 5 kaca cermin, 1 kipas angin, 4 lampu LED, 1 kabel rool, 1 plastik media tanam dan 1 plastik pupuk NPK.

"Tersangka sengaja menanam di dalam dapur agar tanaman ganja tersebut tidak diketahui oleh warga. Tersangka membeli biji dan daun ganja dari seseorang berinisial S yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang)," tuturnya.

Kapolsek menjelaskan, biji ganja awalnya disemai terlebih dahulu kemudian ditanam di dalam pot. Tersangka menggunakan lampu ultra violet dan lampu sorot untuk pemanasan tanaman serta kipas angin untuk menimbulkan angin.

"Rencananya tanaman ini akan dikonsumsi sendiri oleh tersangka apabila sudah besar. Namun hingga ditangkap, tersangka mengaku belum pernah mengkonsumsi ganja yang ditanam sendiri tersebut," pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 
===================


(LDS)