Warga Sidoarjo Bantu Cari Korban Perahu Tenggelam

Syaikhul Hadi    •    Senin, 17 Apr 2017 12:51 WIB
tenggelam
Warga Sidoarjo Bantu Cari Korban Perahu Tenggelam
Tim penyelamat mencari lima penumpang yang hilang setelah perahu tambang terbalik di Gresik, 13 April 2017, AFP

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pencarian terhadap korban perahu tenggelam bernama Susriasih, warga Kalimati kecamatan Tarik Sidoarjo masih terus dilakukan. Warga yang ada di sekitar Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo turut serta melakukan pencarian dengan cara menyelam ke sungai penghubung di Balongbendo, Sidoarjo-Sumberrame, Gresik. 

"Selain tim SAR, warga juga menyelam untuk melakukan pencarian," Kepala Desa Bogem Pinggir, Jumangkir saat dihubungi, Senin 17 April 2017.

Jumangkir mengungkapkan, aktifitas perahu saat ini masih dihentikan. Warga diminta untuk tidak beraktifitas sebelum ada instruksi dari pemerintah. Sebab, bukan tidak mungkin kejadian itu bakal terulang mengingat cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. 

"Sementara ini masih belum ada yang aktifitas. Karena kondisinya masih belum memungkinkan," ujar Jumangkir. 

Menurut Jumangkir, perahu tradisional merupakan satu-satunya alat transportasi yang digunakan warga untuk menyebrang. Mereka terpaksa menggunakan alat transportasi tersebut, meski mengancam keselamatan. 

"Sebenernya sudah tidak layak. Karena tidak ada sistem pengamanan yang ada pada transportasi tersebut. Tapi, hanya itu alat transportasi yang digunakan warga," jelas Jumangkir. 

Jumangkir menilai, sebelum ada jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua kabupaten di wilayah perairan tersebut, warga akan tetap menggunakan perahu tradisional. Karena itu pihaknya meminta agar pemerintah daerah bisa menemukan solusi bagi penyeberangan warga agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. 

"Saya rasa sebelum ada jembatan penyeberangan, warga akan tetap menggunakan itu. Kecuali, perahu sudah di modifikasi sedemikian rupa, tentunya untuk pengamanan di atas perahu, maka kejadian beberapa hari yang lalu tidak akan terulang lagi," ucap Jumangkir. 


(ALB)