Cita-cita Petani Asal Batu, Jambu Kristal Dikenal Dunia

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 16 Jan 2019 15:48 WIB
Sosok Inspiratif
Cita-cita Petani Asal Batu, Jambu Kristal Dikenal Dunia
Rahmad Hardiyanto, lulusan sarjana teknik, menjadi petani sukses yang memproduksi jambu kristal di Kota Batu, Medcom.id - Daviq Umar

Malang: Para sarjana harus membuat inovasi agar dunia pertanian Indonesia makin maju. Pertanian harusnya dapat dikembangkan dengan berdasarkan pada sistem kewiraswastaan. Bahkan, para sarjana harus bisa membuat komoditas pertanian khas Indonesia dikenal dunia.

Pemikiran itu disampaikan Rahmad Hardiyanto, petani jambu kristal asal Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Namun, Hardi, demikian ia biasa disapa, enggan disebut sebagai petani murni.

Sarjana Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) itu pun rela keluar dari tempatnya bekerja. Ia optimistis menjadi petani jambu kristal menjanjikan kesejahteraan. Asalkan, ia mampu mengembangkan pertanian jambu kristal menjadi sebuah wirausaha.

Hardi tak mau sekadar jadi petani yang bercocok tanam. Ia justru ikut memasarkan produk pertaniannya.

Baca: Sarjana Teknik Banting Setir Jadi Petani Jambu Kristal

Bahkan ia mengembangkan pertanian jambu kristal menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Batu. Wisata Petik Jambu Kristal dirintisnya sejak lima tahun lalu.


(Seorang pekerja tengah mengemas jambu kristal dari hasil pertanian di Kota Batu, Medcom.id - Daviq Umar)

Pengunjung yang ingin menikmati sensasi memetik jambu kristal cukup membayar tarif masuk Rp15 ribu per orang. Di momen biasa, pengunjung mencapai 100 orang per pekan. 

"Saat libur, pengunjung mencapai kurang lebih 500 orang per pekan," ungkap bapak dua anak itu saat ditemui Medcom.id di Bumiaji, Kota Batu, Selasa, 15 Januari 2019.

Malah, Hardi berencana mengembangkan pertaniannya menjadi lokasi bertajuk wisata edukasi pertanian. Tak sekadar berkunjung dan memetik, pengunjung akan belajar cara menanam, mencangkok, merawat, bahkan membuat pupuk organik untuk jambu kristal.

Hardi menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Ia ingin pertanian jambu kristal juga dikenal di luar negeri. Ia ingin pertaniannya menjadi lokasi untuk studi banding pelajar dari negara lain.

Hardi pun mendorong sarjana pertanian tetap konsen di dunia bercocok tanam. Namun, petani harus terbuka untuk mempelajari ilmu marketing dan teknologi. Sehingga petani pun melek terhadap perkembangan zaman.

"Jadi lulusan perguruan tinggi harusnya membuat berbagai inovasi agar dunia pertanian di Indonesia semakin maju," pungkasnya.




(RRN)