Penganiayaan Dilakukan Saddil di Area Mes Persela

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 02 Nov 2018 17:32 WIB
penganiayaan
Penganiayaan Dilakukan Saddil di Area Mes Persela
Pesepak bola Saddil Ramdani saat melawan Uni Emirat Arab pada 16 besar Asian Games 2018 di Cikarang, Jumat, 25 Agustus 2018, MI - Rommy Pujianto

Malang: Pemain Persela Lamongan, Saddil Ramdani ditahan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap mantan pacarnya, ASL. Penganiayaan dilakukan di belakang mes Persela pada Rabu, 31 Oktober 2018.

Mulai Jumat, 2 November 2018, Saddil mendekam di sel Mapolres Lamongan, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan penahanan dan penetapan Saddil sebagai tersangka sudah sesuai prosedur.

"Kita periksa saksi-saksi dan kita cukupkan alat buktinya, baru nanti kita lakukan gelar perkara untuk masalah ini," kata Wahyu di Lamongan, Jumat, 2 November 2018.

Baca: Saddil Ramdani Ditahan di Mapolres Lamongan

Kejadian bermula saat ASL mendatangi Saddil di mes Persela di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Lamongan sekitar pukul 18.30 WIB, dua hari lalu. Mereka bertemu di area belakang mes. ASL meminta handphone miliknya yang dibawa Saddil.

Setelah dikembalikan, cekcok terjadi antara Saddil dengan ASL. Beberapa saat kemudian Saddil masuk ke mes. ASL berusaha menghalangi dengan menggedor-gedor pintu mes.

Saddil memukul perempuan berusia 19 tahun tersebut. ASL mengalami luka robek pada bawah mata kanan.

"Ada perebutan HP, makanya terjadi penganiayaan atau pencakaran di wajah si korban itu," ujarnya.

Wahyu tak menjelaskan alasan keributan. Namun sehari setelah kejadian, ASL melapor ke Polres Lamongan. Penyidik melakukan pemeriksaan lalu menahan Saddil. Atas kejadian itu, Saddil disangkakan tindak pidana Penganiayaan atau Penganiayaan Ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP atau pasal 352 KUHP.


(RRN)