Penyebab Cuaca Buruk di Jawa Bagian Timur

Rahmatullah    •    Rabu, 28 Nov 2018 16:53 WIB
cuaca ekstrem
Penyebab Cuaca Buruk di Jawa Bagian Timur
Gumpalan awan hitam menyelimuti langit Sumenep. Medcom.id/Rahmatullah

Sumenep: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, memprediksi cuaca ekstrem terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan deras disertai angin berpotensi menyebabkan sejumlah bencana.

"Karena itu, yang perlu diwaspadai adalah adanya dampak banjir, genangan air dan longsor,"  jelas Kepala BMKG Kalianget Sumenep, Usman Khalid, Rabu, 28 November 2018.

Hujan disertai angin kencang karena sirkulasi udara tertutup di Laut Jawa. Cuaca semakin diperburuk massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem sendiri diprediksi terjadi sejak 26 November-30 November 2018.

Sesuai pemetaan BPBD Sumenep, potensi longsor ada di dua desa, yaitu Desa Payudan Dundang (Kecamatan Guluk-guluk) dan Desa Basoka (Kecamatan Rubaru). Sedangkan yang rawan banjir tiga desa, yaitu Desa Patean (Kecamatan Batuan), Desa Babbalan (Kecamatan Kota), dan Desa Sendir (Kecamatan Lenteng).

Angin kencang sudah merusak 16 rumah warga di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, pada Rabu lalu, 7 November 2018. Rata-rata rumah warga rusak bagian atap. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BPBD mencatat total kerugian sebanyak Rp7 juta.

Baca: Lima Daerah di Jatim Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem

Sebanyak lima wilayah di Jawa Timur diprediksi terancam cuaca ekstrem hingga sepekan mendatang. Berdasarkan pantauan radar citra milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya di Sidoarjo, lima wilayah itu adalah Kota Surabaya, Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Bangkalan, dan Bojonegoro.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Surabaya di Sidoarjo, Taufik Hermawan, mengatakan cuaca ekstrem ini berupa hujan lebat secara sporadis, hujan es, bahkan puting beliung berpotensi terjadi pada awal peralihan musim akhir November hingga awal Desember ini.


(SUR)