Polrestabes Surabaya Ungkap Prostitusi Kalangan Model

ant    •    Selasa, 18 Dec 2018 19:20 WIB
prostitusi onlineprostitusi artis
Polrestabes Surabaya Ungkap Prostitusi Kalangan Model
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus prostitusi dengan menjual perempuan yang berprofesi sebagai model. Pelaku berinisial BR itu memperdagangkan para model yang rata-rata berusia 20-an tahun dengan menampilkan foto-fotonya melalui Instagram.

Kepala Unit Reserse Mobil Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Bima Sakti menyebut para model yang diperdagangkan sebagai korban berdomisi di Surabaya, Malang, Jakarta, dan Semarang.

"Jumlah korban ada banyak. Mereka adalah model atau paruh waktu yang biasa berpose untuk komunitas penghobi fotografi," katanya, sambil menunjukkan foto-foto korban yang dicetak dalam beberapa lembar kertas saat jumpa pers di Surabaya, Selasa, 18 Desember 2018.

Dia menjelaskan para model yang rata-rata berusia 20-an tahun tersebut ditawarkan dengan menampilkan foto-fotonya melalui Instagram.  Seorang model dibandrol seharga Rp1,5-2 juta untuk sekali kencan.

"BR merupakan muncikari yang juga pehobi fotografi yang berdomisili di Madiun, Jawa Timur," ucap Bima.

Kepada penyidik polisi, BR mengaku mengambil keuntungan sebesar Rp500 ribu dari setiap korbannya. Bima mengungkapkan, BR mengelola bisnis ini secara daring dari tempat asalnya di Madiun.  "Dengan begitu, pelaku BR dari Madiun bisa menawarkan ke setiap lelaki di berbagai daerah. Kalau penawarannya cocok, dia tinggal menghubungi model asal daerah setempat untuk mendatangi tamunya di hotel yang telah ditentukan," ujarnya.

Pembayarannya Rp500 ribu sebagai uang muka ditransfer melalui sebuah bank atas nama pelaku BR. Sisanya diserahkan langsung kepada korban usai kencan. BR telah ditetapkan sebagai tersangka. 

BR dijerat Pasal 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta Pasal 506 dan 296 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.


(ALB)