Fakta Seputar Penyerangan Polisi di Lamongan

Amaluddin    •    Rabu, 21 Nov 2018 13:25 WIB
terorismepenyerangan
Fakta Seputar Penyerangan Polisi di Lamongan
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Surabaya: Beberapa fakta penyerangan anggota polisi lalu lintas Bripka AA di Pos Satlantas di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL), Lamongan, Jawa Timur, Selasa, 20 November 2018, terungkap. Di antaranya, pelaku berinisial E merupakan mantan anggota Polresta Sidoarjo.

"Pelakunya ada dua. Salah satunya adalah pecatan anggota Polresta Sidoarjo pada 2004 berinisial E," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di Surabaya, Rabu, 21 November 2018.

Fakta selanjutnya, E dipecat dari kesatuannya karena pernah terlibat kasus pembunuhan di Sidoarjo. E menembak mati seorang guru mengaji sekaligus penjual tempe keliling pada 2004.

E dijatuhi vonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Pascavonis, E dipecat dari Korps Bhayangkara pada 2012.

"Sementara satu pelaku lainnya berinisial MSA adalah sipil residivis," kata Luki.

Baca: Penyerang Polisi Pernah Berdinas di Polresta Sidoarjo

Penyerangan terhadap polisi diduga kuat berkaitan dengan kelompok teroris atau jaringan radikalisme. Ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai buku tentang kelompok radikal, termasuk buku tulisan mantan teroris kelas kakap Dr Azhari dan Nurdin M Top dari tempat pelaku.

"Karena itu kasus ini diambil alih oleh Densus 88 Polri. Sebab, disinyalir pelaku berkaitan dengan dugaan kelompok radikal," ujarnya.

Di sisi lain, terungkap pula fakta E kerap berkomunikasi dengan beberapa kelompok radikal selama menjalani masa hukuman di penjara. Polisi terus mendalami motif penyerangan E terhadap polisi di Lamongan.

"Apakah ada kaitan dengan balas dendam karena dipecat atau yang lainnya. Yang jelas motif masih didalami, apakah sakit hati karena dipecat atau yang lain-lain, kita lihat nanti," ujar Luki.

Baca: Polisi Diserang Dua Orang di Lamongan

Selasa, 20 November 2018 dini hari, E bersama seorang teman MSA menyerang pos polisi di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Mereka melempar kaca pos penjagaan dengan batu.

E dan rekannya juga melesatkan kelereng menggunakan ketapel ke arah Bripka AA anggota Polisi Lalu Lintas Polsek Paciran. Akibatnya, bola mata AA sobek dan harus menjalani operasi. AA masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Jatim.


(SUR)