Kekerasan Anak Justru Banyak Terjadi di Desa

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 23 Nov 2016 13:37 WIB
kekerasan anak
Kekerasan Anak Justru Banyak Terjadi di Desa
Ilustrasi (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kehidupan di desa ternyata lebih kejam bagi anak-anak daripada di kota. Demikian simpulan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sidoarjo.

"Faktanya memang seperti itu. Lebih banyak (kekerasan anak) terjadi di desa," kata pendamping korban kekerasan dari P2TP2A Sidoarjo, Luluk Fauziah, Rabu (23/11/2016). 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memicu banyaknya kekerasan terhadap anak di desa. Salah satunya, orang tua tak terlibat langsung dengan keinginan anak. Hasrat itu justru ditemukan anak-anak dari sosok temannya.

"Ini bisa jadi karena minimnya pengetahuan orang tua atau kurangnya perhatian mereka terhadap anak," kata dia.

Di perkotaan, orang tua justru lebih melindungi anak mereka. Seperti, mengawasi anak dalam kepemilikian ponsel pintar. Orang tua di perkotaan kerap memelototi teman-teman anaknya di media sosial. 

"Meski begitu, tetap saja penggunaan media sosial masih kurang mendapat perhatian orang tua," kata Lulu.

Agar kekerasan terhadap anak bisa dihindari, Luluk meminta orang tua tak segan-segan melapor jika anak mereka menjadi korban. "Ada banyak lembaga yang peduli dengan nasib anak-anak di Sidoarjo," kata dia.

Beberapa di antaranya adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM-PKB) dan P2TP2A yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Sidoarjo. Beberapa ormas keagamaan seperti Muslimat NU dan Aisiyah juga peduli dengan persoalan ini. Lembaga-lembaga itu juga sudah menyentuh perdesaan.

"Dengan melapor, tindakan cepat bisa dilakukan sehingga bisa mempercepat penyembuhan korban," katanya.

 


(UWA)