BNNP Jatim Selidiki Peredaran Tembakau Gorilla

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 09 Jan 2017 19:41 WIB
narkoba
BNNP Jatim Selidiki Peredaran Tembakau Gorilla
Ilustrasi Indonesia Bebas Narkoba, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Peredaran narkoba di Jawa Timur masih marak dan semakin tak terbendung. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Pol Amrin Remico menyatakan, tren peredaran gelap narkoba ditahun 2017 masih tetap didominasi sabu-sabu.

Amrin menjelaskan sabu-sabu paling mendominasi peredaran. Berikutnya diikuti narkoba jenis ekstasi, ganja, dan pil koplo. 

“Sebab, kebanyakan orang belum mau sembuh secara pribadi, meskipun sudah direhabilitasi," kata Amrin di BNNP Jatim, Kota Surabaya, Senin (9/1/2017).

Amrin tak menampik kemunculan narkotika jenis baru. Kini, BNNP tengah menyelidiki tembakau gorilla.

Tembakau Gorilla berbeda dengan ganja. Karena tembakau ini sudah dicampur dengan zat-zat kimia lain, sehingga efeknya lebih berat dan dahsyat daripada ganja.

Sambung Amrin, untuk narkoba jenis ganja merupakan murni daun atau batangnya. Sementara Tembakau Gorilla campurannya bahan kimia yang lebih membahayakan dari segi efeknya. Untuk di Jatim, Amrin mengaku, petugas BNNP masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait Tembakau Gorilla.

“Sebenarnya di Permenkes istilah kimianya bukan Tembakau Gorilla, tapi saya lupa istilahnya. Hanya saja sebutan untuk penjualannya ya Tembakau Gorilla. Untuk itu, kita (BNNP) masih menyelidiki kebedaraan Tembakau Gorilla di Jatim,” tegas Amrin.

Disinggung terkait kerjasama dengan Polda Jatim, dimana Kapolda Jatim yang baru memfokuskan pada penegakan kasus narkoba, mantan Kepala BNNP Jateng ini menambahkan, antara BNNP Jatim dan Polda Jatim sudah terjalin kerjasama sejak dari dulu. Amrin mengatakan, Polri dan BNN bekerjasama dalam bidang personil, bidang operasional, razia bersama gabungan.

“Polda Jatim dan BNNP Jatim itu melekat, memang sejak dari dulu kerjasama ini sudah ada. Kan personil BNNP juga berasal dari Polda Jatim. Kedepan, kerjasama ini diharap bisa menekan angka peredaran gelap narkoba di Jawa Timur,” harapnya.

Selain kerjasama dengan Polda Jatim, Amrin menegaskan bahwa pola penanganan BNNP Jatim tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya menghimbau dan meminta kerjasama dari masyarakat terkait informasi peredaran narkoba. Sebab, sifat seseorang yang menggunakan narkoba ini sembunyi-sembunyi dan diam-diam. Maka dari itu, pihaknya perlu informasi dari masyarakat.

“Nantinya informasi dari lingkungan masyarakat inilah yang akan kita selidiki, selain daripada penyelidikan yang dilakukan petugas kami. Apa yang tidak kami ketahui di lingkungan masyarakat, bisa kami dapatkan informasinya,” pungkasnya. 


(RRN)