Sopir Angkutan Konvensional Mengeluh Pendapatan Menurun

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 03 Oct 2017 18:42 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Sopir Angkutan Konvensional Mengeluh Pendapatan Menurun
Ratusan angkutan konvensional mogok kerja dan menggelar aksi di Jalan Pahlawan Surabaya, Ant - Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Sopir angkutan konvensional menginginkan pemerintah meniadakan operasional angkutan berbasis daring atau online di Surabaya, Jawa Timur. Tujuannya, untuk menjaga pendapatan sopir angkutan konvensional yang kian menurun sejak transportasi online beroperasi. 

Kusnan, sopir angkot yang beroperasi di Terminal Joyoboyo, mengaku pemasukannya kurang. Ia kerap tak mencapai target.

"Masyarakat sekarang sudah banyak beralih ke angkutan online dari pada angkot biasa," ujar Kusnan di sela-sela aksinya di Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa 3 Oktober 2017.

Menurutnya, penghasilan sopir angkot saat ini jauh lebih menurun dibanding sebelum-sebelumnya. Sebelumnya, para sopir angkot mendapat hasil diatas Rp150 ribu. Tapi saat ini penghasilannya dibawah Rp100 ribu.

"Makanya, kami meminta pemerintah meniadakan transportasi online," tegasnya.

Dalam aksinya, selain melakukan aksi mogok, para sopir lyn juga melakukan longmarch dan membentangkan spanduk dan menuntut kepada pemerintah agar permintaan mereka dipenuhi.

Baca: Pemkot Sediakan Transportasi Pengganti

Di sisi lain, masyarakat justru merasa kecewa dengan adanya aksi  tersebut. Pasalnya, dia harus terlambat saat digelarnya aksi mogok massal. 

"Kecewa banget, kenapa harus mogok massal. Harusnya kan bisa diselesaikan secara mediasi. Kalau begini kan jadinya masyarakat bisa terlambat bekerja," ucap Kadir Penumpang.

Meski pemerintah sudah menyiapkan angkutan pengganti, namun tetap saja dirinya harus menunggu jemputan. Karena banyaknya warga masyarakat yang masih menggunakan transportasi konvensional.

"Hampir se-jam an tadi kita menunggu. Ditambah lagi kondisi macet. Jangan sampai lah ada aksi mogok massal. Karena yang rugi juga masyarakat terutama pengguna jalan," jelasnya.

Ratusan angkutan kota menggelar aksi mogok massal di jalan Pahlawan Surabaya. Mereka menuntut agar pemerintah meniadakan taksi berbasis online.


(RRN)