Kejati Optimistis Bagoes Bakal Ungkap Kasus Korupsi P2SEM Jatim

Amaluddin    •    Kamis, 30 Nov 2017 19:46 WIB
korupsi
Kejati Optimistis Bagoes Bakal Ungkap Kasus Korupsi P2SEM Jatim
Tim Kejati Jatim saat membawa terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008, dr Bagoes Soetjipto (kaos merah). (Medcom/Amal).

Surabaya: Terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008, Bagoes Soetjipto, mengaku hanya berperan membantu dalam kasus yang menjeratnya. Mendapat informasi itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pun bakal mendalami kasus korupsi P2SEM itu.

“Dia hanya membantu. Itu bahasa dia. Suatu saat dia akan mengatakan. Tunggu saja nanti, jaksa masih melakukan pendalaman,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, dikonfirmasi, Kamis, 30 November 2017.

Jaksa tak hanya mengacu berdasarkan pengakuan Bagoes. Sebelumnya, mantan napi kasus korupsi P2SEM yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (almarhum) Fathorrosjid, sebelum meninggal juga pernah mengungkap kasus penyuapan yang diduga melibatkan pejabat di Pemprov Jatim, dan mantan Kepala Kejati Jatim guna menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Baca: Kejati Jatim Bakal Buka Kembali Kasus Korupsi P2SEM

Disinggung perihal tersebut, mantan Kajari Surabaya itu tak mau berspekulasi. Ia berkali-kali meminta awak media untuk menunggu kabar selanjutnya perihal kasus P2SEM itu. “Tunggu nanti saja. Semua bisa terjadi seperti itu," katanya.

Sementara itu, Bagoes tak banyak bicara saat awak media mencecar pertanyaan apakah ada pejabat dan pihak-pihak lain yang terlibat?. Ia hanya berisyarat bakal mengungkap kasus yang kini menjeratnya.

"Nanti saja biar kejaksaan (yang menjelaskan)," ujar Bagoes, sebelum dibawa ke Lapas Porong, Kabupaten Sidoarjo, Rabu malam.

Bagoes adalah mantan staf ahli DPRD Jatim. Dia merupakan terpidana atas empat perkara pidana di Jatim. Salah satunya adalah kasus korupsi dana hibah P2SEM yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jatim tahu 2008 silam.

Baca: Tujuh Tahun Buron, Pelaku Utama Korupsi P2SEM Jatim Ditangkap

Untuk mendapatkan hibah P2SEM, kelompok masyarakat harus mengantongi rekomendasi dari anggota DPRD Jatim. Tak heran, ketika kasus itu terbongkar, gedung Indrapura (sebutan kantor DPRD) Jatim ikut tergoyang. 

Diduga, dana total ratusan miliar itu diselewengkan oleh banyak oknum. Tetapi hanya beberapa saja yang sudah menjalani bui, di antaranya Ketua DPRD Jatim kala itu, almarhum Fathorrasjid. Dokter Bagoes sendiri disidang secara intens karena sejak ditetapkan tersangka oleh Kejati Jatim pada 2009, dia kabur.

Bertahun-tahun tak tertangkap, rumor berkembang muncul kalau dia sengaja disembunyikan karena jadi saksi kunci keterlibatan banyak pihak dalam kasus P2SEM. Sempat beredar kabar kalau Dokter Bagoes melakukan operasi plastik karenanya sulit ditangkap.

Bagoes buron selama 7 tahun. Ia menggunakan paspor palsu dan ditangkap tim dari Kejaksaan Agung bersama Polri, Interpol, KJRI Johor dan Polisi Diraja Malaysia. Kini, Bagoes harus menjalani ancaman hukuman 21,5 tahun penjara, akumulasi dari tiga perkara. 



(ALB)