Emil Dardak Ingin Jatim Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 16 Mar 2018 13:12 WIB
pilgub jatim 2018
Emil Dardak Ingin Jatim Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia
Emil Dardak dalam rapat kerja Apindo Jatim di Surabaya, Kamis, 15 Maret 2018, Medcom.id - Hadi

Surabaya: Calon wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan gagasan untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan wilayah. Salah satunya pembangunan sektor ekonomi berbasis daya saing, kebijakan dan kelembagaan. 

Paparan itu disampaikan Emil saat menghadiri rapat kerja dan konsultasi provinsi tahun 2018 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Kamis, 15 Maret 2018 malam. 

Di depan ratusan pengurus Apindo Jatim, Emil menjelaskan Jatim tengah menjadi penggerak ekonomi di Indonesia. Jatim menyumbangkan 15 persen produk domestik bruto (PDB) untuk Indonesia. Nilainya pada 2017 kurang lebih Rp2 triliun.

"Dari 34 provinsi di Indonesia,  Jawa Timur menyumbang seperenamnya,” papar pria yang pernah mendapat predikat dokter termuda ekonomi se-Asia Pasifik itu.

Sementara, lanjut Emil, jika dilihat dari sisi Industri juga tak kalah signifikan. Jawa Timur menyumbang kurang lebih seperempat dari industri nasional. "Makanya, kita memiliki satu harapan bahwa Jatim bisa menjadi lokomotif perekonomian Indonesia ke depan,” imbuhnya. 

Itu tentunya tak mudah. Tapi, kata pria yang menjabat sebagai Bupati nonaktif Trenggalek itu, tujuan tersebut bisa dicapai dengan pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Meski begitu, dari sekian program di atas, komitmen dari pemegang amanah di pemerintahan menjadi sesuatu sangatlah penting. Banyak sekali realitas perubahan dan dinamika yang akan berkembang yang tidak bisa kita jawab dengan program yang ada, melainkan dengan rekam rejak.

Jatim harus menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Di sisi lain, Jawa Timur harus menjadi lokomotif ekonomi nasional, karena Indonesia saat ini sedang mengahadapi tantangan yang tidak sederhana. Yakni  persaingan yang semakin nyata misalnya vietnam, myanmar, diluar Singapura, Thailand, dan Filipina. 

"Oleh karenanya, membangun postur ekonomi Jatim menjadi penting untuk menjawab sebuah tantangan," imbuhnya. 

Tak hanya persaingan antar negara, tantangan lain misalnya beberapa isu dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia yakni digitalisasi dan otomatisasi. Sehingga dibutuhkan lompatan yang luar biasa agar mampu beradaptasi dalam perubahan.

”Infrastruktur adalah prasyarat penting untuk meningkatkan daya saing. Kita melihat bahwa infrastruktur masih berfokus pada gerbang Kertasusila, sebagai contoh ingin memajukan Madura dengan adanya jembatan suramadu tetapi sebenarnya untuk berkembang lebih pesat lagi maka pesisir utara Madura harus didorong sebagai gerbang koridor maritim yang ada di utara Pulau Jawa. 

Dan Konektivitas selatan ke utara yang memang benar-benar kuat sebagai penghubung Suramadu dan pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, oleh karenanya aksesibilitas menjadi kunci dalam meningkatkan ekonomi Jawa Timur,” tandasnya. 



(RRN)