KPU Sampang Didesak Segera Laksanakan Pemungutan Suara Ulang

Amaluddin    •    Jumat, 07 Sep 2018 16:41 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
KPU Sampang Didesak Segera Laksanakan Pemungutan Suara Ulang
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mendesak KPU Kabupaten Sampang, Madura, segera melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Ini sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Pilkada di Sampang harus diulang lantaran adanya ketidaksesuaian Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kami sudah koordinasi, kami sudah minta agar KPU Sampang segera melakukan pemungutan ulang," kata Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, dikonfirmasi, Jumat, 7 September 2018.

Baca: MK Putuskan Pilkada Sampang Diulang

Eko belum mengetahui pasti kapan pemungutan ulang di Sampang digelar. Kata Eko, KPU Jatim hanya sebagai supervisi, pengawas agar jalannya pemungutan ulang berjalan lancar.

"Kami ini kan hanya supervisi sebagai pengawas, mendorong, mengecek apakah berjalan sesuai prosedur atau tidak," katanya.

Selain berkoordinasi dengan KPU Sampang, Eko mengaku juga telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, seperti Bawaslu, Polri, pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang, dan lainnya. Ini dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

"Jangan sampai ada pelanggaran lagi pada pemungutan ulang nanti, makanya kami kerjasama dengan semua unsur," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan bahwa pengamanan pada pemungutan ulang di Sampang bakal diperketat. Bukan hanya di kantor penyelenggara maupun pengawas pemilu, melainkan juga pengamanan di masing-masing TPS.

Barung tak menjelaskan detail berapa jumlah personel kepolisian yang bakal dikerahkan pada PSU di Sampang. "Yang jelas jumlah personel di lapangan bakal dilipatgandakan, lebih banyak dari sebelumnya," kata Barung.

Misalnya, petugas keamanan yang dikerahkan ke setiap TPS dari 2 bertambah menjadi 4 personel, tergantung kategori tingkat kerawanan. Tak hanya itu, bagi TPS yang terjadi ada gugatan sengketa menjadi perhatian khusus petugas keamanan.

"Sudah pasti, jadi nanti TPS yang ada gugatan tentu pengamanan bakal di tingkatkan," kata Barung.



(ALB)