HS yang Tewas di Malang Bertugas Memasok Bahan Bom

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 17 May 2018 22:34 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
HS yang Tewas di Malang Bertugas Memasok Bahan Bom
Rumah HS di Perum Bukit Singosari Raya Gang 1 RT 01/RW 10 Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur digeledah polisi, Kamis 17 Mei 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: HS, 46, terduga teroris yang yang ditembak mati di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 16 Mei 2018, malam, diduga kuat kado pemasok baham kimia pembuat bom. HS merupakan jaringan BS, peracik bom, yang juga tewas ditembak petugas.

"HS adalah kakak ipar sekaligus jaringan dari BS," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat dikonfirmasi awak media, Kamis 17 Mei 2018.

Tim Densus 88 Antiteror telah menggeledah rumah HS di Perum Bukit Singosari Raya RT 01/RW 10 Blok G Nomor 1, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penggeledahan berlangsung empat jam dan berakhir pada pukul 20.10 WIB, Kamis, 17 Mei 2018.

Penggeledahan dilakukan terhadap tiga rumah yang dipasrahkan atau menjadi tanggung jawab HS di wilayah tersebut.

Dari hasil penggeledahan, polisi turut mengamankan satu unit CPU, dua buah buku harian, satu nametag Jawa Pos Group, JP Book, satu buku data Alumni SMPN 6 Surabaya Angkatan tahun 1982, dan sejumlah data kependudukan.

Lurah Candirenggo Wiwik Mariati mengaku dirinya diminta untuk mendampingi polisi melakukan penggeledahan. Dia melihat langsung barang bukti yang kemudian disita.

"Semua barang bukti itu masih mau di selidiki lagi," katanya usai penggeledahan.

Wiwik bakal memperketat keamanan di wilayahnya. Terutama untuk mencegah masuknya orang-orang yang tidak memiliki identitas yang jelas.

"Siskamling akan kita galakan lagi. Lapor RT satu kali 24 jam apabila ada tamu. Bagi warga yang akan masuk wilayah ini harus dilengkapi KK, KTP dan data kependudukan lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga terduga teroris ditangkap di dua lokasi berbeda di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 16 Mei 2018 malam. Mereka adalah W, HS, dan DL. Ketiganya diduga terlibat teror di Surabaya dan Sidoarjo.

W dan HS disergap di Jalan Avia, Perumahan AURI, Kwadengan, Sidoarjo. Keduanya ditangkap seusai pulang tarawih. Saat penyergapan, HS tewas ditembak karena melawan.

Sedangkan, DL ditangkap di di Perumahan TNI AL, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Dari rumah DL, diamankan barang bukrti yakni rompi antipeluru, sebuah busur dan lima anak panah, serta buku-buku tentang jihad.


(SUR)