Kali Surabaya Tercemar Limbah Industri

Bagus Suryo    •    Rabu, 26 Sep 2018 15:38 WIB
pengolahan limbah
Kali Surabaya Tercemar Limbah Industri
Ilustrasi sampah, Medcom.id

Probolinggo: Kali Surabaya tercemar limbah industri sehingga kadar biologycal oxygen demand (BOD) tinggi. Sehingga air sungai tak sesuai standar baku mutu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Diah Susilowati mengatakan Kali Surabaya masuk dalam kategori kelas 2. Seharusnya, level kadar BOD atau kebutuhan oksigen biologis di sungai itu di angka 10. 

"Tapi sekarang mulai tinggi yaitu 15," kata Diah di Probolinggo, Selasa, 25 September 2018.

Artinya, kebutuhan oksigen di sungai tersebut sangat tinggi. Sebab limbah di Kali Surabaya cukup banyak. Limbah berasal dari pabrik tahu, bengkel mobil dan motor, serta pengolahan kulit dan batik.

Limbah-limbah itu berasal dari usaha kecil dan menengah (UKM). Rata-rata, lanjut Diah, tak mampu membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sedangkan perusahaan besar sudah patuh dan punya IPAL. Perusahaan besar memiliki teknologi untuk mengendalikan limbah.

"Masalahnya UKM, mereka tidak memiliki IPAL, misalnya industri tahu, bengkel, batik dan kulit. Jangankan membuat IPAL, modal saja kurang, berutang dari bank," lanjut Diah.

Di Jatim, ujar Diah, ratusan ribu UKM beroperasi dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Seperti Lamongan, Jombang, Sidoarjo, dan Surabaya.

Pemerintah, ungkap Diah, akan membangunkan IPAL komunal untuk pelaku UKM. Pembangunan berlangsung secara bertahap. 

"Tahun depan, kami membangun tiga unit dulu," pungkasnya.

Meski BOD di Kali Surabaya tinggi, Diah mengatakan pemerintah masih dapat memenuhi air baku bermutu. Indeks kualitas air di Jatim juga masih baik.

"Indeks kualitas air kita 52,16, nasional hanya 49. Ini membuktikan semakin membaiknya Sungai Brantas dan Bengawan Solo," ujarnya.

Meski kemarau sekali pun, rata-rata indeks air membaik. Itu artinya sarana limbah domestik semakin tertata apalagi sudah banyak IPAL Komunal. Kesadaran masyarakat juga meningkat, mereka membersihkan sampah di sungai dan pesisir, di antaranya di Situbondo, Probolinggo, Surabaya, dan Malang.


(RRN)