KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Penumpang dari Bali

Kusbandono    •    Sabtu, 30 Jun 2018 13:35 WIB
erupsi gunung agung
KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Penumpang dari Bali
KA Mutiara Timur tiba di Stasiun Jember, Medcom.id - Koesbandono

Jember: PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan kereta tambahan untuk relasi Banyuwangi-Surabaya, Jawa Timur. Salah satu alasannya sebagai antisipasi dampak erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember Lukman Arif mengatakan kereta tambahan beroperasi mulai 1 Juli 2018. Meski masa angkutan Lebaran 2018 berakhir, Lukman mengaku animo masyarakat masih tinggi.

"Sehingga PT KAI mengoperasikan KA Mutiara Timur tambahan," ujar Lukman, Sabtu, 30 Juni 2018.

Menurut Lukman, tiket KA Mutiara Timur terjual habis hingga 1 Juli 2018. Pengoperasian kereta tambahan pun untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung. Bila penerbangan di udara Bali dibatalkan, warga akan beralih ke moda transportasi lain. 

Erupsi Gunung Agung berpotensi mengakibatkan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar ditutup. Warga tak bisa melakukan perjalanan udara.

Jadi warga menggunakan transportasi darat, menyeberang dari Gilimanuk menuju Banyuwangi. Lalu warga menggunakan penerbangan terdekat.

Lukman menjelaskan kereta tambahan merupakan kereta kelas eksekutif relasi Banyuwangi– Gubeng Surabaya. Perjalanan dari Stasiun Banyuwangi dimulai pada pukul 07.40 WIB dan 19.10 WIB.

"Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 07.40 WIB dan 19.35 WIB. Rangkaian KA tambahan itu terdiri dari 7 kereta kelas eksekutif dan mempunyai kapasitas 350 tempat duduk yang akan dijalankan mulai 1 Juli 2018," jelas Lukman.

Sementara itu, pantauan citra satelit cuaca Himawari tak mendeteksi debu vulkanik Gunung Agung pada Sabtu, 30 Juni 2018, pukul 06.00 WIB. Informasi dari Kepala Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary T Djatmiko di Jakarta menunjukkan wilayah Gunung Agung tertutup awan.

Hary mengatakan satelit juga memantau anomali suhu akibat aktivitas Gunung Agung. Gunung erupsi pada Kamis, 28 Juni 2018, pukul 15.00 WIB. Erupsi mencapai ketinggian hingga 8.000 meter di atas permukaan laut.

Pada Jumat, 29 Juni 2018, pukul 17.00 WIB, abu vulkanik menyebar ke dua arah yaitu barat laut dan timur laut. Aktivitas Bandara Ngurah Rai sempat ditutup. Namun aktivitas di bandara internasional itu sudah dibuka kembali.



(RRN)