Wagub Jatim Desak KBIH Arafah Ditutup

Amaluddin    •    Sabtu, 27 Aug 2016 20:23 WIB
haji 2016
Wagub Jatim Desak KBIH Arafah Ditutup
Ilustrasi--Foto: Antara

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendesak  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah yang memberangkatkan 14 calon haji asal Jawa Timur via Filipina segera ditutup. Sebab, KBIH Arafah telah melanggar beberapa aturan hukum soal pemberangkatan haji.
 
"KBIH Arafah harus ditutup karena sudah menyalahgunakan wewenang. Harusnya KBIH Arafah itu tidak memaksakan kehendak karena memberangkatkan haji melalui negeri lain. Itu ilegal," kata Saifullah Yusuf, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2016).
 
Adapun beberapa pelanggaran KBIH Arafah, kata pria yang akrab disapa Gus Ipul, itu di antaranya memberangkatkan calon haji melalui negara lain, memungut biaya haji plus sebesar Rp150 juta di mana seharusnya Rp125 juta.

"Sudah dipercaya umat malah selewengkan kepercayaan. Malu-maluin Jatim aja," kata Gus Ipul.
 
Gus Ipul juga menilai KBIH Arafah cenderung lari dari tanggung jawab. Sebab, Nurul Huda selaku pemilik KBIH Arafah sulit dihubungi oleh keluarga korban. Bahkan kantor KBIH Arafah yang berlokasi di Jalan Dr Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tutup sejak mencuatnya kasus 177 calon haji asal Indonesia yang ditahan pihak Imigrasi di Filipina. "KBIH Arafah ini malah menipu orang baik yang ingin berangkat haji," imbuh dia dengan nada kesal.

Imigrasi Bandara Internasional Manila menangkap 177 WNI, pada 19 Agustus, pukul 09.00 waktu setempat. Mereka akan berangkat haji menggunakan paspor Filipina. Petugas mencurigai adanya pelanggaran imigrasi.

"Lima orang warga Filipina yang menemani WNI dalam perjalanan haji ini juga ditangkap. Mereka ditangkap saat hendak menuju Madinah," ujar Kepala Imigrasi Filipina Jaime Morente, seperti dikutip Associated Press, Sabtu 20 Agustus.

Meski disebut asli, paspor ratusan WNI  itu diduga didapat secara ilegal dan disediakan biro perjalanan Filipina. WNI membayar antara USD6 ribu atau sekitar Rp78 juta hingga USD10 ribu atau sekitar Rp131 juta untuk menjalankan ibadah haji melalui kuota Filipina.



(TTD)