Kejagung Dalami Aliran Suap kepada Jaksa Kejati Jatim

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Jumat, 25 Nov 2016 15:12 WIB
ott
Kejagung Dalami Aliran Suap kepada Jaksa Kejati Jatim
Pengunjuk rasa membentangkan spanduk saat berdemo di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/10/2016). Foto: Antara/Moch Asim

Metrotvnews.com, Surabaya: Kasus suap yang melibatkan jaksa Kejati Jatim berinisial AF, terus didalami Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Wakil Kepala Kejati Jatim, Rudi Wibowo, mengatakan akan fokus ke aliran dana Rp1,5 miliar yang diterima AF. Meskipun, pemeriksaan awal, Kamis 24 November 2016, AF mengaku bergerak sendiri dalam kasus ini.

"Untuk alirannya masih didalami penyidik. Kita tunggu saja perkembangannya," kata dia, di Surabaya, Jumat (25/11/2016).

Ditanya terkait kedekatan AF dengam Kepala Kejati Maruli Hutagalung, Rudi membantahnya. Menurut dia, kedekatan antara pimpinan dan bawahan sebatas kedekatan kerja.

"Tidak ada hubungan khusus. Kalau antara anak buah dan pimpinan itu pasti dan wajar, urusannya pekerjaan," ujar dia.

Baca: Jaksa Kejati Jatim Dibekuk usai Sidang di PN Surabaya

AF disebut orang dekat Maruli Hutagalung. Saat Marulli menjadi Kajati Papua, AF berdinas di Kejari Sorong. Ketika Marulli ditunjuk sebagai Direktur Penyidikan Pidana Khusus di Kejagung, AF turut dia bawa. Hal yang sama juga dilakukan Marulli saat diangkat menjadi kajati Jatim, AF turut diboyong.

AF tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Polri saat menerima suap kasus dugaan korupsi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semenep, Madura. 

Dalam kasus ini, ada dua tersangka. Agar tidak ada tersangka lain, uang suap Rp4 miliar digelontorkan. Uang itu diberikan dalam tiga tahap. Sebanyak Rp1,5 miliar telah diberikan. Pada Rabu 23 November, diberikan lagi Rp1,5 miliar. Sedangkan Rp1 miliar terakhir belum sempat diberikan.



(UWA)